<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nargis</title>
	<atom:link href="http://mashumah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mashumah.wordpress.com</link>
	<description>jangan mau tunduk kecuali pada kebenaran</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Apr 2008 18:26:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mashumah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a5892df6faf008c0b2e479ad5fe54a31?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Nargis</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mashumah.wordpress.com/osd.xml" title="Nargis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mashumah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>EPISODE TERAKHIR KARBALA; Mengapa Harus Putra-putri Kecil Itu?</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2008/01/16/episode-terakhir-karbala-mengapa-harus-putra-putri-kecil-itu/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2008/01/16/episode-terakhir-karbala-mengapa-harus-putra-putri-kecil-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 18:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2008/01/16/episode-terakhir-karbala-mengapa-harus-putra-putri-kecil-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini adalah kesempatan terakhir bagi Imam Husein as. untuk bisa menatap wajah-wajah putri kecilnya. Ia berkata : wahai Sukaenah, Fathimah, dan Ummu Kulsum terimalah salam perpisahan dari ayah kalian. Sukaenah pun berkata lirih : wahai ayah apakah engkau menyerah kepada maut ? Imam Husein as. menjawab : wahai cahaya mataku bagaimana ayah tidak menyerah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=100&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;color:#000066;">Mungkin ini adalah kesempatan terakhir bagi Imam Husein as. untuk bisa menatap wajah-wajah putri kecilnya. Ia berkata : wahai Sukaenah, Fathimah, dan Ummu Kulsum<span> </span>terimalah salam perpisahan dari ayah kalian. Sukaenah pun berkata lirih : wahai ayah apakah engkau menyerah kepada maut ? Imam Husein as. menjawab : wahai cahaya mataku bagaimana ayah tidak menyerah kepada maut, sementara tidak ada lagi seorangpun penolong dan pembela. Lantas Sukaenah berkata : wahai ayah bawalah kembali kami ke kota kakek kami. <span> </span>Imam as. menjawab : andaikan seekor burung diletakkan disana, maka ia akan tertidur. Sukaenah pun mengangis tersedu-sedu lalu menghampiri sang ayah dan memeluknya erat-erat. Melihat ini para wanita yang berada dikemah tak kuasa menahan tangis. Imam Husein as. pun berusaha menghentikan tangisan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span id="more-100"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;color:#000066;">Setelah selesai melakukan perpisahan dengan keluarga tercintanya, Imam Husein as. pun bergerak dengan gagah berani menyambut tantangan musuh, walau di pihaknya tinggal dia sendiri. Dia tidak gentar dan tidak <span> </span>sedikitpun ada rasa takut dalam hatinya. Ia menyambut kematian bak menyambut sesuatu yang sangat berharga. Syahadah adalah cita-cita tertingginya. Terang saja ia adalah putra singa arab, pendekar kaum Quraisy, Ali as. sang haidar yang dengan sebelah tangan ia angkat pintu khaibar. Dengan langkah pasti Husein as. Menuju medan laga. Namun, seketika langkahnya terhenti ketika terdengar suara kecil memanggilnya; ayah !.. ayah !..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;color:#000066;">Sukaenah keluar dari kemah dan berlari menuju ke arahnya</span><span style="font-family:Batang;color:maroon;"> </span><span style="font-family:Batang;">Imam Husein as. berkata : ada gerangan apa wahai puntriku ? Sukaenah berkata : wahai ayah sebelum engkau pergi ada satu permintaan yang ingin aku ajukan kepadamu apakah engkau mau mengabulkan permintaanku ini ?. Imam as. berkata : tentu wahai putriku sampaikanlah permintaanmu itu. Wahai ayah tandas Sukaenah dengan nada lirih dan diringi isak tangis. Sebelum engaku pergi, maukah engkau mengusap kepalaku ? Mendengar itu imam Husein as. tersentak keheranan dan berkata : wahai putriku kenapa engkau meminta ayah melakukan itu, engkau bukanlah anak yatim, aku ayahmu masih ada disisimu. Sukaenah dengan tersendat-sendat berkata : wahai ayah! Memang engkau masih berada disisiku, akan tetapi aku tahu bahwa sebentar lagi engkau akan pergi untuk selamanya. Al-Husein pun tak kuasa menahan tangis dan iapun memeluk tubuh kurus putrinya. Ia teringat ketika Muslim bin Aqil syahid, ia berkunjung ke keluarga Muslim dan mengahmpiri putri kecil Muslim serta mengelus kepalanya. Putri kecil itu berkata : wahai paman kenapa engkau mengusap kepalaku, aku ini bukan anak yatim, ayahku masih hidup ia sedang pergi jauh dan ayah berkata bahwa ia akan kembali secepatnya. <span> </span>Dan kini putrinya Sukaenah memintanya untuk mengusap kepalanya sementara ia masih ada. Seraya iapun mendendangkan syair. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">Ketahuilah! akan panjang masa setelahku wahai sukaenah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">Tangisan darimu ketika kematian menjemputku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">Jangan kau bakar hatiku dengan tetesan air matamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">Selama ruh masih berada di jasadku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">Maka jika aku terbunuh nanti, engkaulah yang paling layak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">Untuk menangisiku wahai sebaik-baiknya wanita !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;">Sukaenah merupakan salah satu putri kecil diantara sekian putra serta putri yang berada di karbala. Karbala, tempat berkecamuknya perang, tempat tangan dan kepala terpisah dari badan. Putra-putri kecil itu masih sangat lemah jiwanya, mereka belum siap menanggung beban perang. Mereka masih sangat kecil untuk menahan beban berat ini. Mereka masih belum kuat menyaksikan tangan dan kepala ayah-ayah mereka terpisah dari badan. <span> </span>Putra-putri kecil itu belum sanggup menyaksikan perlakuan-perlakuan yang tak berprikemanusiaan pasukan Yazid terhadap ayah-ayah mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;">Akan tetapi semua beban itu mereka alami di karbala. Mereka menyaksikan tangan dan kepala ayah-ayah mereka terpisah dari badannya. Pasukan Yazid yang tidak berprikemanusiaan itu, bahkan tega menyiksa dan membunuh anak-anak kecil. Anak-anak kecil yang tidak berdosa kecuali hanya karena mereka keluarga suci Nabi saw. Membunuh dan menyiksa anak kecil adalah kejahatan yang peling besar. Tidak ada satu agama, kaum serta madzhab pun yang membolehkan penyiksaan terhadap anak-anak yang tidak berdaya. Ketika anak kecil melakukan kesalahan, ia tidak dihukum melainkan hanya diperingati. Akan tetapi mereka telah membunuh dan menyiksa anak-anak kecil yang tak berdosa dan tak berdaya. Mereka telah melakukan kejahatan yang paling buruk dan telah melakukan dosa yang teramat besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;"><span> </span>Seorang manusia yang membunuh anak kecil yang tak berdaya pada hakekatnya bukanlah manusia. Ia lebih ganas dari pada srigala, lebih beracun dari pada ular dan lebih najis dari pada anjing serta babi. Dalam undang-undang perburuan, tidak diperbolehkan memburu dan membunuh hewan yang masih kecil. Akan tetapi<span> </span>pasukan Yazid telah melanggar aturan-aturan kemanusiaan, mereka mengejar-ngejar, memburu, menyiksa dan mebunuh manusia-manusia yang masih kecil itu. Anak-anak kecil yang lebih suci dari pada cahaya, tangan anak kecil itu belum sanggup membawa senjata, belum bisa menarik anak panah. Akan tetapi mereka tega memotong tangan-tangan mungil itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Batang;">Bocah-bocah Syahid</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;">Abdullah bin Hasan adalah salah satu anak kecil yang berada di karbala. Ia sudah yatim ketika masih dalam kandungan ibunya, ia dibesarkan oleh pamannya ( Al-Husein as. ) dan sekarang sudah berumur sepuluh tahun. Imam Husein as. telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, seolah putranya sendiri. Setelah beberapa saat pamannya pergi ke medan perang, Abdullah mulai gusar. Ia khawatir dengan keadaan sang paman, jangan-jangan… . ia tidak kuasa menahan kekhawatirannya,<span> </span>ia pun berlari menuju kearah dimana pamannya tadi pergi. Ketika sampai dikerumunan pasukan Yazid langkahnya terhenti, matanya menuju kearah setumpukan hitam yang dikelilingi pasukan. Ia melangkah pelan menuju kearahanya, tersentak seketika, tatkala ia melihat bahwa tumpukan hitam itu adalah pamannya Imam Husein as. dengan darah disekujur tubuhnya dan badan yang tercabik-cabik. Ia pun terjatuh ketanah, tubuhnya lemas dan tak berdaya tak percaya kalo tubuh itu adalah tubuh paman yang sangat disayanginya. Abdullah menangis histeris memanggil-manggil pamannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;">Ketika melihat Abdullah, Imam Husein as. memanggil saudarinya Zainab dan menyuruhnya untuk menahan Abdullah agar tidak melanjutkan langkahnya. Zainab berusaha menahan Abdullah, akan tetapi Abdullah berontak dan berteriak : demi Allah aku tidak akan meninggalkan pamanku sendirian. Iapun berhasil lepas dari pelukan Zainab dan berlari menuju tubuh Al-Huseian as. dan memeluknya. Sementara salah seorang pasukan Yazid mengayunkan pedang hendak menebas tubuh Al-Husein as. Abdullah berdiri dan berkata : apakah kamu akan membunuh pamanku? Ia halangi Al-Husein dan ia jadikan tangan kecilnya sebagai tameng pamannya. Tidak disangka, jauh dari naluri kemanusiaan, laki-laki tersebut menebaskan pedangnya dan mengenai tangan mungil itu. Abdullah menjerit kesakitan, tangannya hampir putus dan menggantung ketanah. Ia menangis dan memanggil-manggil ibunya. Imam Husein as. dengan sisa tenaganya memeluk tubuh keponakannya dan menengadah ke langit mengadukan perbuatan ummat kakeknya terhadap keluarga sucinya. Pasukan Yazid menebas kepala Abdullah dan iapun syahid menjemput ayah tercintanya ( Al-Hasan as. ). Ia berhasil menjalankan sumpahnya terhadap bibinya bahwa ia tidak akan meninggalkan pamannya sendirian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;">Muhammad tiga tahun lebih kecil dari Abdullah, ia adalah cucu dari Aqil. Muhammad tidak ikut berperang akan tetapi ia salah satu dari para syuhada di karbala. Ketika Imam Husein as. telah syahid, pasukan Yazib menyerbu ke kemah yang di dalamnya hanya terdapat para wanita dan anak-anak. Mereka menyerbu kemah untuk menawan para wanita dan merampas apa saja yang mereka bawa. Muhammad karena ketakutan ia keluar dari kemah dan tak tahu harus lari kemana. Ia pun lepas dari awasan para wanita, semua kalang kabut, berlarian, panik, api, asap, debu… Tapi sungguh tidak disangka, tidak ada kasih sayang, tidak berprikemanusiaan… Muhammad memegang salah satu tiang kemah, sepuluh penunggang kuda menuju kearahnya salah satunya Hani Al-Hadhrami mendekat, makin mendekat dan … mereka membelah badan kecil itu menjadi dua.<span> </span>Anak yang tak berdaya itu mengapa harus menjadi sasaran kebiadaban pasukan Yazid ????</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Batang;">Bahkan, lebih kecil dari itu pun mereka bunuh. Ali bin Husein as. bayi yang masih menyusui itu pun ternyata menjadi sasaran panah pasukan Yazid. Bayi yang tak berdaya, tak mampu membela diri, ia tidak bisa berperang akan tetapi ia berhasil mengurangi satu anak panah musuh. Bayi yang memiliki ibu bernama Rubab dan kakak yang bernama Sukaenah, Imam Husein as. sangat menyayangi keduanya. Disela-sela perang Imam Husein menyempatkan diri untuk menengok putranya itu. Ia kembali ke kemah dan meninta Zainab untuk membawakan putranya itu. Al-Huseian as. menggendong sang putra dan menciuminya, namun… seketika anak panah melesat dan mengarah ke leher halus bayi itu. Bayi pun mengerang dan darah menyembur dari lehernya. Al-Husein as., Zainab serta semua yang ada dikemah histeris melihat kejadian itu. Al-Husein as. mengambil darah itu dan mengrahakannya kelangit seraya berkata : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">“Ya Allah ! aku persembahkan darah ini kepadaMu. Darah ini tidak lebih sedikit dari darah sembelihan hewan. Jika saat ini engkau tidak menghendaki kami untuk menang maka berikan kemenangan <span> </span>untuk ummat yang akan datang. Ambillah pembalasan atas darah-darah kami yang di hamburkan oleh kaum yang dhalim”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Batang;">“Wahai yang maha pengasih ! satu hal yang membuat musibah ini menjadi mudah bagi kami, yaitu karena Engkau melihat semua ini”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=100&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2008/01/16/episode-terakhir-karbala-mengapa-harus-putra-putri-kecil-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bibir Ketawa Hati Menangis</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/07/07/bibir-ketawa-hati-menangis/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/07/07/bibir-ketawa-hati-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 18:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/07/07/bibir-ketawa-hati-menangis/</guid>
		<description><![CDATA[ Ummu Nargis Suatu hari, saya jalan-jalan di internet ketemu cerita yang lucu. Di cerita ini membuat saya ketawa tapi juga membuat saya menangis. Ketawa karena ceritanya yang lucu, dan menangis karena ngarumas  dengan kondisi negara indonesia yang menjadi objek dari anekdot tersebut. Demikian anekdotnya&#8230; Jam Korupsi di Indonesia  Ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=99&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <strong>Ummu Nargis</strong></p>
<p>Suatu hari, saya jalan-jalan di internet ketemu cerita yang lucu. Di cerita ini membuat saya ketawa tapi juga membuat saya menangis. Ketawa karena ceritanya yang lucu, dan menangis karena<em> ngarumas</em>  dengan kondisi negara indonesia yang menjadi objek dari anekdot tersebut. Demikian anekdotnya&#8230;</p>
<p style="line-height:130%;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;color:#333333;line-height:130%;font-family:'Trebuchet MS';">Jam Korupsi di Indonesia</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;color:#333333;line-height:130%;font-family:'Trebuchet MS';"></span></strong><strong><span style="font-size:11pt;color:#333333;line-height:130%;font-family:'Trebuchet MS';"><span id="more-99"></span></span></strong> <span style="font-size:11pt;color:#333333;line-height:130%;font-family:Verdana;">Ada</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;line-height:130%;font-family:Verdana;"> serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu neraka. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana. Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di neraka juga berbeda kecepatan putarannya.<br />
Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana mengapa hal itu terjadi. &#8220;Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup.&#8221;<br />
Sang malaikat menjelaskan, &#8220;Semakin jujur pemerintahan negara Anda, jam negara Anda di sini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya.&#8221;<br />
&#8220;Coba lihat,&#8221; kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, &#8220;Jam Filipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh.&#8221;<br />
&#8220;Itu lagi, itu lagi,&#8221; seru yang lainnya, &#8220;Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina.&#8221;<br />
Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru itu. Tapi mereka mencari-cari, di mana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.<br />
&#8220;Oh, jam Indonesia &#8230;.. Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin!&#8221;, jawab sang malaikat.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=99&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/07/07/bibir-ketawa-hati-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT ATAS KELAHIRAN FATHIMAH AS. (Hari Wanita)</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/07/05/selamat-atas-kelahiran-fathimah-as-hari-wanita/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/07/05/selamat-atas-kelahiran-fathimah-as-hari-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 11:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/07/05/selamat-atas-kelahiran-fathimah-as-hari-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[  Saya ucapakan hari wanita buat semua wanita Terutama istriku yang baik Maaf jika selama ini aku selalu menuntutmu Untuk menjadi seperti Fathimah as. Sementara aku tidak berusaha menjadi seperti Ali as. Mari kita bersama berjanji Untuk menjadikan mereka  as. sebagai tauladan Mari kita bangun keluarga ini Seperti mereka as. membangun keluarganya Mari kita didik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=97&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"><a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/07/2251116455.jpg" title="2251116455.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/07/2251116455.thumbnail.jpg" alt="2251116455.jpg" /></a> </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Saya ucapakan hari wanita buat semua wanita </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Terutama istriku yang baik</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Maaf jika selama ini aku selalu menuntutmu</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Untuk menjadi seperti Fathimah as.</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Sementara aku tidak berusaha menjadi seperti Ali as</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">.</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Mari kita bersama berjanji </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Untuk menjadikan mereka<span>  </span>as. sebagai tauladan</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Mari kita bangun keluarga ini</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Seperti mereka as. membangun keluarganya</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Mari kita didik putra-putri kita</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Seperti mereka as. mendidik putra-putrinya</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Mari kita hadapi setiap masalah</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Seperti mereka as. mengahadapi setiap masalah</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Mari kita melihat masa depan</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Seperti mereka as. melihat  masa depan</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Dan mari kita lakukan kewajiban masing-masing</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Seperti mereka as. lakukan kewajiban masing-masing</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Terakhir mari kita berdo’a</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';"></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';">Semoga Allah memadukan kita seperti Dia memadukan Ali as. &amp; Fathimah as.</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';"> </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Goudy Old Style';">( by : Abah Nargis )</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=97&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/07/05/selamat-atas-kelahiran-fathimah-as-hari-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/07/2251116455.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2251116455.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MASA DEPAN DUNIA; Kajian Tentang Mahdiisme (1)</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/masa-depan-dunia-kajian-tentang-mahdiisme-1/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/masa-depan-dunia-kajian-tentang-mahdiisme-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 15:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/masa-depan-dunia-kajian-tentang-mahdiisme-1/</guid>
		<description><![CDATA[Abu NArgis Terkait dengan masa depan dunia, diantara manusia terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian pesimis dengan apa yang akan terjadi pada dunia, sementara sebagian memandang dunia dengan pandangan optimis. Sekelompok manusia optimis dan yakin bahwa dunia dan sejarah kemanusiaan sedang menuju masa keemasan dan akan berakhir kepada kesempurnaa  serta kebahagiaan. Sementara yang lain pesimis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=96&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Comic Sans MS';"><strong>Abu NArgis</strong></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Terkait dengan masa depan dunia, diantara manusia terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian pesimis dengan apa yang akan terjadi pada dunia, sementara sebagian memandang dunia dengan pandangan optimis. Sekelompok manusia optimis dan yakin bahwa dunia dan sejarah kemanusiaan sedang menuju masa keemasan dan akan berakhir kepada kesempurnaa<span>  </span>serta kebahagiaan. Sementara yang lain pesimis dengan masa depan dunia, mereka meyakini bahwa dunia hari demi hari akan menuju kehancuran karena berbagai alasan.</span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"><span id="more-96"></span></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Di sepanjang sejarah, dikalangan para filsuf dan sosiolog <span> </span>muncul kelompok yang terkenal dengan kelompok futurism, yaitu <span> </span>mereka yang optimis dengan masa depan dunia dan manusia. Mereka yang memiliki cita-cita, harapan serta mendambakan akan terwujudnya masa depan yang gemilang untuk umat manusia. Banyak diantara mereka yang memprediksi masa depan manusia dan menjelaskan harapan mereka dalam bentuk teori-teori.</span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Dikalangan filsuf, Plato adalah orang pertama yang melontarkan<span>  </span>teori tentang negara ideal, dimana semua penduduknya tinggal dengan penuh kedamaian, ketenangan dan masing-masing menjalankan semua tugas dan kewajibannya. Setelah itu para pengikut jejak plato mulai melontarkan teori-teorinya. Di timur, Farabi dari filsuf Islam dengan bukunya ‘Al-Siasah Al-Madinah’ dan di barat Agustine dari filsuf Kristen dalam bukunya ‘Civitas Dei’. Keduanya mendapat ide dengan membaca buku-buku Plato dan keduanya ( seperti halnya Plato ) mencoba menjelaskan tentang masyarakat ideal dengan pemerintahan yang bersih, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebebasan yang membawa kedamaian bagi manusia. Agustine dalam bukunya mengkisahkan tentang kota langit dan surga sebagai lawan dari kota bumi yang penuh dengan ketidak adilan. Semenatar Farabi berbicara tentang sebuah masyarakat yang penuh dengan kebahagiaan yang diatur oleh tradisi dan undang-undang yang adil.<span>  </span>Setelah itu kita bisa sebutkan nama-nama seperti Thomas More, chancellor dan penasehat kerajaan Inggris pada tahun 1516 atau Thomas Kompanella, seorang pendeta<span>  </span>dari Italia dan masih banyak tokoh-tokoh lain yang setuju dan mendukung teori-teori Plato. </span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Walau Bertrand Russel menganggap faham Futurisme dan Madinah Fadilah hanya merupakan khayalan para ilmuan semata dan ia berpendapat bahwa negara seperti itu tidak ada wujudnya dan tidak akan pernah terwujud, akan tetapi ia meyakini bahwa tidak bisa dipungkiri, ternyata perkembangan manusia terpengaruh dengan ide-ide tersebut. Dalam bukunya ‘Pengaruh Ilmu Pengetahuan terhadap Masyarakat’ Russel menuliskan: “ Di jaman kita terjadi perkembangan masyarakat yang cukup pesat dan itu merupakan pengaruh dari inspirasi-inspirasi seperti madinah fadilah dan negara khayalan dimana hal itu mesti ada. Sumber-sumber penting yang memberi ilham terhadap perkembangan ini mesti kita kaji dan ungkap dasar-dasar logisnya “.</span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Akan tetapi satu hal yang tidak bisa dipungkiri oleh orang-orang seperti Russel, bahwa secara psikologis (fitrah) manusia mendambakan sebuah masyarakat ideal yang didasari oleh keadilan, kebebasan, keamanan dan mampu memenuhi kepuasan lahir serta bathin manusia. Semua ini merupakan harapan dari fitrah manusia, artinya cita-cita keadilan memiliki sumber hakiki dari fitrah dan akal manusia.</span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Kajian tentang masa depan dunia juga mendapat perhatian dari<span>  </span>para sosiolog.<span>  </span>Seperti seorang sosiolog bernama Alvin Toffler dalam bukunya ‘The Third Wave’ membagi perkembangan manusia kepada tiga tahapan; tahapan agrarian, tahapan industri dan tahapan supra-industri atau masa komputer. <span> </span>Ia berkeyakinan bahwa semua negara akan mengalami perkemabangan dan kemajuan dengan melewati ketiga tahapan tersebut. <span> </span>Atau Samuel Huntington yang memperkirakan akan terjadinya perang antar budaya besar. Ia berkata bahwa di abad baru terdapat delapan peradaban dimana hanya tiga dari delapan tersebut merupakan peradaban inti dan mampu meraih kejayaan; peradaban islam, peradaban konfusius dan peradaban barat. Dimana peradaban islam dan peradaban konfusius akan berhadapan peradaban barat.</span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Dari kebanyakan pandapat dan teori yang diajukan oleh para Futuris, terdapat benang merah yang bisa diambill. Yaitu adanya penekanan akan pembentukan sebuah pemerintahan <span> </span>atau system dunia. Seperti yang diajukan oleh Victor Hugo dalam bukunya ‘Republique Mondaine’ pada abad ke 19.<span>  </span>Bertrand Russel masih dalam bukunya mengusulkan adanya satu system yang berdasarkan ilmu, taktik serta ketaatan kepada satu undang-undang yang menyeluruh sebagai penyelesaian atas terjadinya pertentangan, perang dan kedhaliman. Fisikawan masyhur, Albert Einstein dengan nada optimis berkata bahwa tidak mustahil akan datang suatu hari dimana dunia akan diliputi oleh kedamaian, persahabatan dan manusia satu sama lain akan menjadi seperti saudara. Senada dengan mereka George Bernard Shaw seorang ilmuan inggris menanti seorang manusia super ( superman ) yang bisa menegakkan kedamaian, keadilan dan hidup berdampingan tanpa ada kedhaliman. </span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Keyakinan para filsuf dan sosiolog tentang kemestian terwujudnya satu pemerintahan internasional sebagai penyelesaian atas masalah-masalah yang menimpa manusia, ternyata senada dengan apa yang disebutkan dalan ajaran agama-agama. Apa yang ‘dikhayalkan’, diharapkan bahkan diajukan dalam bentuk teori oleh para tokoh di luar agama berdasarkan akan akal dan fitrah mereka ternyata sejalan dengan apa yang diajarkan oleh agama-agama yang berdasarkan ajaran-ajaran wahyu serta teks-teks agama.<span>  </span>Keselarasan antara akal dan wahyu dalam hal ini dimana para ilmuan mulai dari Plato sampai Einstein menjanjikan dan mendambakan terbentuknya sebuah pemerintahan internasional dengan nama-nama seperti ‘utopia’ (madinah fadhilah), ‘city of God’ (kota Tuhan)… dengan pimpinan seorang filsuf, sosilog atau seorang superman. Sementara teks-teks agama menyebutnya dengan nama seperti <span> </span>‘pemerintahan Ilahi’ dengan pimpinan seorang manusia langit atau insan kamil seperti, Masih, Mashiah, Soshianse atau Mahdi af. </span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Bersambung.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=96&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/masa-depan-dunia-kajian-tentang-mahdiisme-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Wathan (Negara) Sebagian Dari Iman</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/cinta-wathan-sebagian-dari-iman/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/cinta-wathan-sebagian-dari-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 15:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/cinta-wathan-sebagian-dari-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Abu Nargis Sesungguhnya dengan mengingat Allah swt. Maka hati akan menjadi tenang.  Ayat di atas merupakan sebuah pernyataan atau janji dari Tuhan bahwa jika hati kita ingin mendapat ketenangan maka ingat ( berdzikirlah ) kepadaNya.  Akan tetapi, banyak diantara kita ( saya terutama ) ketika melakukan shalat dan dzikir, kita tidak merasakan ketenangan bathin. Shalat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=95&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:0.5in;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Comic Sans MS';"><strong>Abu Nargis</strong></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span></p>
<p><em><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Sesungguhnya dengan mengingat Allah swt. Maka hati akan menjadi tenang.</span></em><em><span style="font-family:'Comic Sans MS';"> </span></em></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Ayat di atas merupakan sebuah pernyataan atau janji dari Tuhan bahwa jika hati kita ingin mendapat ketenangan maka ingat ( berdzikirlah ) kepadaNya.<span>  </span>Akan tetapi, banyak diantara kita ( saya terutama ) ketika melakukan shalat dan dzikir, kita tidak merasakan ketenangan bathin. Shalat yang kita lakukan hanya sekedar menuntaskan kewajiban. Kita malah merasa terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan<span>  </span>seperti shalat, dzikir, wirid dan sejenisnya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Comic Sans MS';"><span id="more-95"></span></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Apakah ayatnya yang salah, atauakah ayat ini hanya berlaku bagi sebagian orang saja. Sebagian orang begitu menikmati ibadah dan dzikir. Mereka lakukan shalat dengan penuh khusyu dan menikmati pekerjaan-pekerjaan seperti itu. Ketika melakukan shalat mereka lupa segala hal berbeda dengan kita, ketika kita shalat semua hal satu persatu mulai muncul di benak kita bahkan sesutau yang terlupa pun menjadi ingat. Maka jangan heran jika sebagian kita melakukan shalat dengan tujuan hanya ingin menemukan barang hilang. </span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Saya (masih) yakin bahwa Tuhan tidak mungkin salah dan Dia tidak<span>  </span>membuat kaidah ini hanya untuk sebagian orang. Saya ingin mencoba membuat ilustrasi, mungkin dengan ini kita bisa sedikit mendapat jawaban. Jika seseorang sakit, maka makanan seenak apapun bahkan makanan paforitnya sekalipun akan terasa pahit di lidahnya. Contohnya ketika kita sakit, walaupun yang kita makan adalah sate atau <em>bakakak hayam</em> ( ayam bakar ) sekalipun, di lidah kita akan terasa pahit dan rasa aslinya tidak bisa kita nikmati. Terus, apakah yang terjadi ? apakah ada yang berubah pada makanannya? Ketika kondisi tersebut terjadi, apakah yang salah makanannya ataukah kitanya ?. Tentu anda sepekat dengan saya, bahwa yang salah bukan sate, akan tetapi yang salah adalah lidah kita (karena sakit). Sate tetap sate dengan rasa yang mantap seperti semula, begitu juga <em>bakakak hayam</em>. </span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Begitu juga halnya dengan dzikir, pada hakekatnya dzikir akan membawa bathin kita kepada ketenangan. Jika pada sebagian kita ternyata dengan dzikir hati tetap saja tidak merasa tenang, yang salah bukan dzikirnya akan tetapi hati kitanya yang sakit. Hati ( ruh ) yang sakit tidak akan tidak akan merasakan kenikmatan dan ketenangan dalam dzikir. Berbeda dengan hati atau ruh yang sehat, dengan berdzikir mereka akan terlarut dalam kenikmatan dan kefanaan dengan seseorang yang disebut dalam dzikirnya.</span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"> </span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Murtadha Muthahari memberikan alasan kenapa hati begitu tenang ketika berdzikir kepada Tuhan. Ia berpendapat bahwa manusia dalam kehidupannya di dunia ini, disibukkan dengan hal-hal duniawi. Ketika beribadah dan berdzikir, ruhnya kembali ke tempat aslinya ( tempat semula ia ada ). Maka ruh pun terlepas ( beristirahat ) dari segala yang ikatan-ikatan dan keterbatasan-keterbatasan materi. Pada kajian terdahulu ( kedudukan cinta dalam tasawuf ) telah disebutkan pendapat para sufi. Mereka berpendapat bahwa ruh manusia bersumber dari Tuhan, sebelum diciptakan dunia ruh sudah berada disisi Tuhan, oleh karenanya kecintaan terhadap dunia adalah kecintaan yang asing dan jauh dari rumah aslinya. Hati serta ruh selalu merindukan tempat aslinya dan tempat tinggalnya. Dan Suhrawardi menafsirkan kata <em>whatan</em> (negara) dalam hadits; “<strong><em>cinta wathan ( negara ) adalah sebagian dari iman</em></strong> “ adalah tempat asli manusia, ketika makhluk lain belum tercipta, dan yang hanya dia dengan Tuhan. </span><span style="font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Jadi yang hakiki pada kita adalah ruh, sementara badan materi bagi kita adalah sesuatu yang asing, akan tetapi ternyata kita hanya sibuk menghiasi badan. Dunia adalah dunia, dunia dalam bahasa arab termasuk kepada <em>isim tafdhil</em> ( <em>muanats</em> dari kata <em>adna</em> ) yang berarti paling bawah. Karena dunia merupakan paling bawahnya silsilah keberadaan. Paling tinggi dan puncak adalah wujud Tuhan dan Tuhan adalah cahaya dari segala cahaya ( sumber cahaya ). Dunia adalah silsilah paling akhir dari cahaya, ia adalah batas kegelapan. “<em>Cinta dunia adalah sumber dari segala kesalahan</em>” (hadist). Karena ketika kita berada di kegelapan, kita akan <em>ngatog</em> ( keder ) dan akan nabrak sana nabrak sini karena kegelapan adalah sumber kesalahan. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=95&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/28/cinta-wathan-sebagian-dari-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Bersabar</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/09/keajaiban-bersabar/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/09/keajaiban-bersabar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2007 05:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/09/keajaiban-bersabar/</guid>
		<description><![CDATA[Ummu Nargis  Abu Thalhah An-shary adalah salah seorang setia sahabat besar Nabi saww.  Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Ketika itu anaknya sakit yang sangat parah dan tidak ada harapan untuk bisa sembuh kembali. Abu Thalhah memiliki seorang istri yang bernama Ummu Salim, ia merupakan salah satu dari wanita mulia dalam islam. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=94&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left" style="text-indent:0.5in;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"><strong>Ummu Nargis</strong> </font></span></p>
<p align="left" style="text-indent:0.5in;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Abu Thalhah An-shary adalah salah seorang setia sahabat besar Nabi saww. <span> </span>Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Ketika itu anaknya sakit yang sangat parah dan tidak ada harapan untuk bisa sembuh kembali. Abu Thalhah memiliki seorang istri yang bernama Ummu Salim, ia merupakan salah satu dari wanita mulia dalam islam. Karena Abu Thalhah sangat menyayangi sekali anaknya, sang istri <span> </span>sadar bahwa ajal anaknya sudah dekat, ia tidak mau Abu Thalhah melihat kepergian anak yang di sayanginya itu. Ummu Salim pun menyuruh Abu Thalhah pergi menghadap Nabi saww. Dan setelah kepergian sang ayah anak pun meninggal.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"><span id="more-94"></span></font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Ummu salim pun mengganti baju dan menaru anaknya dikamar. ia  menyiapkan makanan dan menghias dirinya untuk menyambut kedatangan sang suami.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Ketika Abu Thalhah datang dan menanyakan keadaan putranya itu, Ummu salim berkata : “ia sedang tidur”. </font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Abu Thalhah bertanya : “apakah ada makanan ?” </font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Ummu salim mambawa makanan dan setelah beberapa saat  merekapun melakukan hubungan suami istri. </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Ummu salim berkata : “Wahai Abu Thalhah ! seseorang memberikan amanat kepadaku. Dan hari ini aku telah mengembalikan kepada yang punya. Apakah<span>  </span>kamu tidak kecewa dengan perbuatanku ini ?”  </font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Abu Thalhah<span>  </span>menjawab : “untuk apa aku harus kecewa. Itu adalah kewajibanmu untuk mengembalikannya”.  </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Ummu salim berkata : “Aku ingin sampaikan kepadamu bahwa <span> </span>anak kita <span> </span>adalah amanat dari Allah swt, yang dulu ada ditanganmu<span>  </span>dan hari ini Dia mengambilnya.”</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Tanpa ada sedikit reaksi Abu Thalhah<span>  </span>berkata: “ Aku akan lebih sabar dari pada engkau sebagai seorang ibu.”</font></span></p>
<p><font face="Calibri"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kemudian Abu Thalhah pergi untuk mandi dan shalat dua rakaat. Setelah itu pergi menghadap Nabi saww. dan menyampaikan kepadanya . atas kematian <span> </span>anaknya dan kesabaran istrinya. </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Nabi saww berkata : “semoga Allah swt memberkahi kamu. Aku<span>  </span>bersyukur kepada Allah swt.<span>  </span>diantara umatku ada perempuan yang sabar<span>  </span>seperti kesabaran <span> </span>salah<span>  </span>seorang wanita<span>  </span>Bani israil.”</span></font></p>
<p><font face="Calibri"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Abu Thalhah bertanya :” kesabaran perempuan itu apa ?”</span></font></p>
<p><font face="Calibri"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Nabi saww <span> </span>berkata :” Suatu hari  seorang wanita bani sirael disuruh suaminya untuk mempersiapkan hidangan beberapa tamu yang akan di undang ke rumah mereka. Ketika sedang menyiapkan makanan , kedua anaknya bermain disekitar rumah, tiba-tiba kedua anak itu jatuh di sumur air dan meninggal.<span>  </span>Sang ibu bergegas mengangkat jasad mereka dan dibungkus dengan kain serta menaruhnya di kamar yang lain, Karena ia tidak mau menghancurkan suasana dan mengecewakan tamu-tamu mereka.</span></font></p>
<p><font face="Calibri"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Setelah <span> </span>tamu-tamu pergi, <span> </span>wanita tadi<span>  </span>menghiasi dirinya untuk menyambut sang suami, setelah kedatangan suami ia pun menyambutnya dan mereka pun melakukan<span>  </span>kewajiban suami istri. </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Suami menanyakan anak-anak mereka. Istrinya berkata :” mereka sedang tidur”. suaminya pun memanggil mereka tiba-tiba ke dua anak pun menghampiri ayahnya. </span></font></p>
<p><font face="Calibri"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Istrinya berkata :” Demi Allah!<span>  </span>anak kita tadi meninggal. Mungkin karena kesabaran aku tadi Allah swt menghidupkan mereka kembali”. </span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=94&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/09/keajaiban-bersabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUH!</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/08/ruh/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/08/ruh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 04:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/08/ruh/</guid>
		<description><![CDATA[Abu Nargis  Apakah anda pernah mendengar ada manusia bisa terbang ( tanpa pake pesawat )? apakah anda percaya kalau  dalam sekejap seseorang bisa berpindah dari kota Bandung ke kota Jakarta ? Atau ada seseorang dalam satu waktu bisa ada di rumah bersama keluarga dan juga berada di kantor ? Apakah ada manusia yang  tidak  terikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=93&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"><strong>Abu Nargis</strong> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Apakah anda pernah mendengar ada manusia bisa terbang ( tanpa pake pesawat )? apakah anda percaya kalau<span>  </span>dalam sekejap seseorang bisa berpindah dari kota Bandung ke kota Jakarta ? Atau ada seseorang dalam satu waktu bisa ada di rumah bersama keluarga dan juga berada di kantor ? Apakah ada manusia yang<span>  </span>tidak<span>  </span>terikat oleh ruang dan waktu ?</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"><span id="more-93"></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Anda sepertinya menganggap pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan konyol dan tidak masuk akal. Mana mungkin manusia bisa terbang ( memang burung ! ) atau dalam sekejap bisa berpindah dari satu kota ke kota yang lain yang berjauhan dan mustahil seseorang dalam satu saat bisa berada di rumah dan juga di kantor. Manusia hidup di alam yang memiliki aturan-aturan yang mengikat. Manusia tidak bisa terbang karena ia tidak memiliki sayap selain itu manusia juga tidak bisa mengambang di udara, karena akan tertarik oleh daya grafitasi bumi. Atau ketika seseorang hendak pergi dari satu tempat ke tempat yang lain ia harus melewati jarak antara kedua tempat tersebut. Dan atau seseorang ketika berada di suatu tempat ia akan terikat ( hanya ) oleh tempat tersebut dan mustahil ia disaat itu juga berada di tempat yang lain. Ini semua aturan-aturan alam <span> </span>dan manusia merupakan salah satu penghuni alam ini ( terpaksa ) harus mengikuti aturan tersebut. Di mana pun manusia berada, ia selalu terikat oleh ruang dan waktu.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Anda keliru ! memang benar di alam ini terdapat aturan-aturan yang mengikat seluruh penghuninya termasuk manusia. Akan tetapi anda hanya berbicara dari sisi materi, anda lupa bahwa manusia memiliki dua dimensi; dimenasi materi dan non materi. Terutama anda yang beragama islam, tentu anda meyakini hal itu dan <span> </span>itu sudah sesutau yang <em>musallam</em> antara kita kaum muslimin. Para ulama juga telah banyak melontarkan argument-argumentnya untuk membuktikan hal itu, baik argumentasi aqli maupun naqlinya, jadi tidak perlu lagi saya bahas hal itu. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Alam nonmateri seperti halnya alam materi memiliki aturan-aturan tersendiri. Ruang dan waktu hanya berlaku di alam materi, sementara di alam non materi tidak. Jauh, dekat, <span> </span>sekarang, kemarin atau yang akan datang merupakan konsep-konsep benak yang diambil dari hukum-hukum materi. Materi memiliki hukum ‘<em>haalah al-imtidadiah’</em> ( yang memiliki panjang, lebar dan tinggi ) dan dari sana muncul keterbatasan. Sementara sesutau yang nonmateri memiliki ‘<em>haalah jam’iyah’</em> ( kebalikan dari haalah imtidadiah ) dan tidak dibatasi oleh keterbatasan-keterbatasan materi keterbatasan. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Lebih jelasnya lagi, masa lalu, jauh, dekat, disana, disini, masa yang akan datang dan jaman sekarang merupakan satu konsep buatan benak dan pikir yang dihasilkan dari <span> </span>dimensi materi yang merupakan sisi keterbatasan wujud manusia. Karena, wujud kita baik dari segi ‘waktu’ atau dari segi ‘ruang’ merupakan wujud yang terbatas. Artinya, kita berada pada titik tertentu dari ruang dan waktu. Ketebatasan wujud kita dari sisi ruang (contohnya), menghasilkan konsep-konsep seperti <span> </span>‘dekat dan jauh’ atau ‘ disana dan disini’ bagi kita. Sementara sisi nonmateri dari wujud kita yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu yang dalam istilah filsafat disebut dengan ‘<em>maa wara a al-tabiah</em>’, konsep seperti jauh dan dekat atau disana dan disini menjadi tidak berarti.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Begitu juga keterbatasan kita dari segi waktu, dengan tergambarkannya konsep-konsep seperti <span> </span>masal lalu, masa yang akan datang serta jaman sekarang pada benak kita. ‘jaman sekarang’ adalah waktu sebelum kita sekarang dimanapun wujud kita berada. Oleh karenanya, ‘jaman yang lalu’ menurut kita, bagi orang yang hidup satu abad sebelum kita adalah ‘jaman sekarang’ dan bagi orang yang hidup dua abad sebelum kita adalah ‘jaman yang akan datang’. Untuk sisi nonmateri wujud manusia yang tidak terbatas oleh waktu dan jaman, konsep-konsep seperti ini tidaklah berarti. Baginya masa yang akan datang dan masa yang lalu adalah jaman sekarang.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Sisi nonmateri manusia disebut dengan ruh ( sisi ruhani ) yang merupakan sisi lain dari jasad (badan) yang merupakan sisi materinya. Ruh menyatu dengan badan tapi bukan seperti menyatunya gula dengan air, akan tetapi ruh men-<em>taskhir</em> (menguasai) badan sehingga badan hidup. Pada hakekatnya pekerjaan-pekerjaan yang manusia kerjakan adalah pekerjaan ruh seperti<span>  </span>melihat, mendengar… artinya itu semua merupakan tajalli dari ruh. Ruh dan badan masing-masing memiliki aturan dan hukum-hukum sendiri-sendiri dan karena keduanya berada pada manusia, antara hukum materi dan hukum nonmateri terjadi saling tarik dan saling menguasai. Pada sebagian orang karena sisi materinya lebih kuat maka hukum-hukum materi menguasai hukum nonmateri, sehingga yang menonjol dan berlaku pada orang tersebut adalah hukum-hukum materi. Akan tetapi bagi orang yang ruhnya kuat, maka hukum-hukum nonmateri menguasai hukum-hukum materi (badan). </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Imam khumaeni pernah berkata: jangan heran kalau suatu saat anda melihat seseorang hanya dengan membaca bismillah, ia bisa terbang. Atau salah seorang arif jaman sekarang berkata : maqam dan kedudukan paling rendah bagi seorang wali adalah ia bisa <em>thayyul ardh</em> ( melipat bumi ). Artinya luasnya bumi bagi dia sudah tidak berarti dan sekejap ia bisa ada ditempat yang jauh. Kita juga pernah mendengar dalam suatu riwayat bahwa Imam Ali as. dalam suatu saat ia berada dalam beberapa ( 9 ) tempat. Dalam sejarah disebutkan bahwa Imam Jawad as. dalam penjara ia melakukan shalat dan ibadah semalaman dan bahkan sampai tengah hari ia masih melakukan shalat. Nabi saww. Dan para Imam as. serta para wali Allah, mereka beribadah berjam-jam dari maghrib sampai subuh. Atau dalam satu malam mereka meng-<em>khatam</em> alquran berpuluh-puluh kali.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Apakah anda masih mengatakan mustahil ?! bagi orang-orang yang ruhnya kuat, hukum-hukum, batasan dan ikatan-ikatan materi bagi mereka tidaklah berarti. Bagi kita yang sisi materinya lebih menguasai, maka hukum-hukum inilah yang berlaku bagi kita. Seperti halnya badan ruh juga agar menjadi kuat butuh kepada makanan dan latihan. Makanan ruh adalah ibadah dan ilmu. Semakin banyak kita beribadah maka ruh kita akan semakin kuat dan hukum-hukumnya akan semakin menonjol. Nabi saww., para Imam as. serta para wali Allah, mereka adalah ahli ibadah dan ahli ilmu. Banyak terdapat hadist dan riwayat yang menganjurkan kita untuk beribadah dan mendalami ilmu, sehingga ruh kita menjadi kuat. Bahkan dalam satu hadist (qudsi) di riwayatkan: “ Allah berfirman: HambaKu beribadahlah kepadaku, maka aku akan jadikan kalian sepertiKu; Aku hidup dan tidak mati, maka Akupun akan menjadikanmu hidup dan tidak mati… “</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">RUH MENURUT PARA FILUSUF DAN ‘URAFA ISLAM</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Berbeda dengan pendapat sebagian ilmuan barat yang meyakini bahwa ruh merupakan perkara nisbi, seperti kekuatan yang berada pada jam. Ketika semua bagian-bagian jam lengkap dan teratur dengan benar, maka jam pun ‘hidup’. Akan tetapi ketika ada bagian jam yang kurang atau susunan yang tidak teratur, maka jam pun ‘mati’ dan tidak ada wujud lain (ruh) selian itu. Seperti halnya jam, tidak memiliki ruh manusia pun demikian. Para ulama islam meyakini bahwa ruh merupakan wujud mustakil ( berbeda ) dari wujud jism dan badan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Ibnu Sina</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Ibnu Sina tentang masalah nafs dan ruh berpendapat bahwa unsur-unsur asli wujud-wujud alam menyatu lewat bantuan <em>quwwah falaki</em> dan muncullah jism-jism yang berbeda-beda seperti batu, tanah, besi dan lain-lain. Semakin seimbang susunan unsur-unsur tersebut maka jism yang lebih tinggi akan muncul darinya. Seperti ketika susunan unsur-unsur pada benda mati semakin seimbang maka akan berubah menjadi tumbuhan, terus naik menjadi hewan yang memiliki irodah dan pengetahuan juz’i. Karena terus berkembang dan semakin seimbang maka dari tahapan hewan berubah menjadi tahapan manusia, dimana selain memiliki panca indra yang dimiliki hewan, ia juga memiliki daya <em>idrak</em> (pengetahuan/pikir) <em>kulli</em> serta memiliki daya pikir, irodah<span>  </span>khusus dimana pribadi,<span>  </span>hakekat serta kelebihan manusia dari hewan yang disebut dengan ruh. Walaupun ia menggunakan istilah-istlah yang berlainan tentang ruh, akan tetapi yang dimaksud oleh Ibnu Sina tentang ruh adalah daya <em>idrak</em>. Menurut ia, karena daya<em> idrak</em> berderajat<span>  </span>maka kekuatan ruh pada manusia pun berderajat; pada sebagian manusia kuat dan pada sebagian yang lain lemah.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Mulla Sadra</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Menurut pendapat Mulla Sadra, awal tahapan<span>  </span>pada ruh adalah tahapan-tahapan jism, lalu secara bertahap naik sehingga sampai kepada tahapan <em>his </em>(indra), <em>khayali</em>, <em>wahmi </em>hingga sampai kepada tahapan <em>aql</em> (akal). Dari akal ‘<em>amali</em> menuju ke akal <em>nadhari </em>dan melalui tahapan yang ada pada akal nadhari hingga sampai kepada tahapan terakhir dari akal adalah tahapan <em>akal fa’aal</em>. Akal ini merupakan tahapan yang paling sempurna dari tahapan akal dan ruh yang dalam firman Tuhan disebutkan : “ <em>Dan kami hembuskan di dalamnya dari ruh-Ku </em>“ ( Al-Hijr, ayat : 29 ). Ayat ini menunjukan kedudukan tinggi dari ruh, dan ketika ruh sudah sampai kepada tahapan <em>aql</em> (akal) maka selama akan tatap kekal. Dengan penjelasan; Ketika manusia hendak melihat, mendengar atau merasa<span>  </span>maka manusia butuh kepada mata, telinga dan daya rasa. Atau ketika hendak menggambarkan sesuatu maka ia butuh kepada daya <em>khayali</em> atau daya <em>wahmi</em> ( pada makna-makna yang juz&#8217;I ). Akan tetapi ketika ingin memahami makna-makan <em>kulli </em>tidak butuh kepada daya apapun baik yang dhahir maupun bathin. Karena hekekat manusia memiliki kelebihan akal dan idrak insani yang terilhami dari <em>aqli kul.</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Dari penjelasan ini, Mulla Sadra meyakini kaidah ‘<em>jimaniatul huduts wa rehaniatul baqa’</em> artinya, ruh manusia dari awal penciptaan sampai akhir harus melewati tahapan, maqam dan derajat-derajat yang bermacam-macam hingga akhirnya ruh tidak lagi butuh kepada badan. Dengan kata lain ruh pada tahapan awal adalah berupa substansi jism hingga akhirnya berkembang dan menyempurna dan sampai kepada tahapan <em>tajarrud</em> ( menjadi nonmateri ). Ketika sudah sampai kepada tahapan t<em>ajarrud</em> dia tidak akan mati akibat matinya badan dan akan tetap kekal. Manusia pada awalnya berada di alam materi dan tabiat alam, terikat oleh hukum-hukum materi, kemudian sampai kepada tahap <em>khayali</em> dan <em>wahmi </em>hingga kahirnya sampai kepada derajat <em>aql,</em> menjadi nonmateri dan kekal. Seperti yang digambarkan dalam alquran: “</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"><span>  </span></span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.<span>  </span>Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).<span>  </span>Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.<span>  </span>Kemudian, Sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"> ( Al-Mu’minun ayat : 12-16 )</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Para ‘Urafa</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Para ‘urafa dan sebaiah filusuf berkeyakinan bahwa ruh sebelum berhubungan dengan badan materi ia berada di alam <em>tajarrud,</em> di atas tabiat dan berdiri sendiri. Ruh pada tahapan ini mengetahui segala sesuatu, akan tetapi setelah datang ke alam materi yang merupakan akhir dan paling rendahnya derajat wujud, karena ia terpenjara oleh badan materi maka semua pengetahuannya menjadi hilang. Dan lewat belajar, otak manusia mengingat ilmu-ilmu dasar dan fitri ini serta menemukan sesuatu yang hilang tersebut. Seperti yang diungkap oleh Ghazali dalam bukunya ‘I<em>hya ‘Ulumuddin’</em> : “Belajar tidak lain adalah kembalinya jiwa kepada substansinya untuk mengeluarkan apa yang ada didalamnya.”</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Para ‘urafa berpendapat bahwa ruh merupakan wujud yang aktif<span>  </span>di alam <em>barzah</em> dan alam <em>malakut</em> dalam jism-jism yang lebih <em>latif </em>(halus). Setelah<span>  </span>turun ke alam materi, ia kembali melakukan <em>shu’ud</em> (naik) dan setelah manusia meninggal ia tinggal untuk beberapa saat dengan bersama jism-jism <em>latif.</em> Sebagian para ‘urafa meyakini adanya <em>ruh kulli</em> dan <em>nafs mutlak.</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';">Di akhir makalah ini akan disinggung secara singkat pendapar para filusuf berkenaan dengan kematian; Ibnu Sina meyakini kematian adalah akibat hancurnya susunan jism yang merupakan rumah bagi ruh, oleh karena itu ruh pun pergi. Mulla Sadra meyakini sebaliknya, karena ruh pergi maka jism yang merupakan rumah dari ruh pun akhirnya menjadi rusak. Sementar Suhrawardi berkeyakinan, karena <em>mizaj </em>( keseimbangan unsur-unsur badan seperti air, tanah, udara dan api ) rusak, maka ruh pun meninggalkan rumahnya.</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"> </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=93&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/08/ruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Allah !</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/05/ya-allah/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/05/ya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2007 09:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/05/ya-allah/</guid>
		<description><![CDATA[  Ya Allah ! yang maha tahu lagi maha lembut Demi putri Nabimu, Fathimah Azzahra as. Aku selalu sampaikan permohonanku ini Dalam setiap shalat dan sujudku Ilahi ! lindungilah selalu orang tuaku Balaslah semua kasih sayang mereka Dengan ridha dan surgaMu Ya Allah ! Aku tahu bahwa aku tidak bisa membalas semua jasa-jasanya Tapi, berikanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=92&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><em><font face="Calibri"><a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0035.jpg" title="pict0035.jpg"></a> <a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0019.jpg" title="pict0019.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0019.thumbnail.jpg" alt="pict0019.jpg" /></a></font></em></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span id="more-92"></span></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ya Allah ! yang maha tahu lagi maha lembut</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Demi putri Nabimu, Fathimah Azzahra as.</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Aku selalu sampaikan permohonanku ini</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Dalam setiap shalat dan sujudku</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ilahi ! lindungilah selalu orang tuaku</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Balaslah semua kasih sayang mereka</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Dengan ridha dan surgaMu</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ya Allah !</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Aku tahu bahwa aku tidak bisa membalas semua jasa-jasanya</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">T</font></em><em><font face="Calibri">api, berikanlah aku kekuatan dan kesempatan untuk itu.</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ilahi ! jangan biarkan kesedihan ada dalam hati mereka</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Walau sedikit pun…</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Karena setetes kesedihan di hati mereka</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Adalah bara api dalam hati dan jiwaku</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ya Allah !</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ampunilah dosa-dosa mereka </font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Satukanlah mereka di akherat kelak</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Bersama kekasihMu Az-Zahra as.</font></em><font face="Calibri"> </font></p>
<p align="center"><font face="Calibri"><a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0035.jpg" title="pict0035.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0035.thumbnail.jpg" alt="pict0035.jpg" /></a>  <a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0024.jpg" title="pict0024.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0024.thumbnail.jpg" alt="pict0024.jpg" /></a></font></p>
<p align="center"> <a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0041.jpg" title="pict0041.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0041.thumbnail.jpg" alt="pict0041.jpg" /></a>  <a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0039.jpg" title="pict0039.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0039.thumbnail.jpg" alt="pict0039.jpg" /></a> </p>
<p> <font face="Calibri"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=92&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/05/ya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0019.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict0019.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0035.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict0035.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0024.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict0024.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0041.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict0041.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/06/pict0039.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict0039.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedudukan Cinta Dalam Tasawuf</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/03/kedudukan-cinta-dalam-tasawuf/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/03/kedudukan-cinta-dalam-tasawuf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2007 17:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/03/kedudukan-cinta-dalam-tasawuf/</guid>
		<description><![CDATA[Abu Nargis   Jika cinta sudah sempuna maka dia adalah Allah ( para urafa islam ) Aku beragama dengan agama cinta, sungguh aku menghadap (dengan) tunggangannya, maka cinta adalah agama dan imanku ( Ibnu Arabi ) Walau cinta merupakan masalah asli dalam irfan (tasawuf), akan tetapi para arif mengaku bahwa mereka tidak mampu memaknai dan mendefinisikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=86&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><font face="Calibri"><strong>Abu Nargis</strong> </font></p>
<p align="center"> <font face="Calibri">Jika cinta sudah sempuna maka dia adalah Allah</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">( para urafa islam )</font></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Aku beragama dengan agama cinta, sungguh aku menghadap </font></em><em><font face="Calibri">(dengan) tunggangannya, maka cinta adalah agama dan imanku</font></em></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">( Ibnu Arabi )</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span id="more-86"></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Walau cinta merupakan masalah asli dalam irfan (tasawuf), akan tetapi para arif mengaku bahwa mereka tidak mampu memaknai dan mendefinisikan cinta. Ibnu Arabi yang mengaku bahwa cinta adalah agama serta imannya, akan tetapi tentang cinta ia berkata:</font></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">“Orang yang mendefinisikan cinta, berarti ia belum tahu arti cinta. Orang yang belum meminum anggur dari cawan, maka ia belum mengetahuinya rasanya. Orang yang berkata; aku telah telah merasakan isi cawan, dimana cinta adalah anggur, maka ia belum mengetahuinya jika belum meneguknya.”</font></em></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Artinya jika seseorang belum mencinta maka ia tidak akan pernah tahu rasanya cinta. Cinta tidak bisa didefinisikan dengan definisi mantiqi, dan dengan satu kali merasakan cinta belum cukup baginya untuk bisa memahami rasa cinta, perjalanan yang tidak ada akhirnya dan manusia tidak akan sampai kepada akhir dan rasa hausnya terhadap cinta tidak akan pernah hilang. Dalam bukunya ‘ Futuhat Al-makiah’ Ibnu Arabi dengan belajar kepada sang maha guru, wali Allah swt. Yang<span>  </span>mencinta dan dicintai olehNya, ia belajar dari Ali as. kekasih Allah, ia menuliskan:</font></p>
<p align="center"><font face="Calibri">“<em>Hati para pencinta Tuhan telah terbelah, mereka melihat keagungan dan kebesaran Tuhan dengan cahaya hatinya. Badan-badan mereka adalah alam ini, ruh-ruh mereka adalah alam malakut dan akal-akal mereka adalah langit. Mereka berbaris diantara barisan-barisan malaikat dan mereka menyaksikan dengan ainul yakin. Dengan kemampuannya yang mereka miliki, mereka menyembah-Nya, tapi itu bukan kerana rakus terhadap surga dan takut terhadap neraka, akan tetapi karena mereka mencintai-Nya.”</em></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Ucapan terakhir Ibnu Arabi, menjelaskan tentang tanda dan ciri-ciri dasar ibadah dan riadhah ( latihan bathin ) para arif. Dikalangan para arif muslim ( tanpa melihat para Maksumin as. yang merupakan maha guru mereka ) Rabiah Adawiah ( 135 H ) salah seorang wanita sufi yang pertama kali meraih tahapan ini dalam irfan islam berkata :</font></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">“ Tuhanku! Jika kami menyembahMu karena takut kepada api neraka, maka masukkanlah kami ke dalamnya!. Dan jika kami menyembahMu karena mengharapkan surga, maka jauhkanlah kami darinya. Akan tetapi jika kami menyembahMu karena kecintaan kami terhadapMu, maka abadikanlah KeindahanMu dengan kami!”</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">“ Ilahi! Jika Engkau berikan kepadaku <span> </span>dunia, maka berikanlah itu kepada musuh-musuhku!, jika Engkau berikan akhirat kepadaku, maka berikanlah itu kepada sahabat-sahabatku!. Karena bagiku cukup DIRIMU”</font></em></p>
<p align="center" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">( Tadzkirah Al-Auliya, jilid 1, hal. 73 )</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Masalah ini sampai saat sekarang menjadi pembahasan di kalangan para arif islam, dimana setiap bertambah ibadah dan riadhah, maka semakin sedikit tujuan-tujuan selian Allah swt. Baik tujuan dunia maupun tujuan akherat tidak lagi menjadi harapan kaum arif hakiki, hanya satu tujuan yaitu untuk sampai ke haribaan yang maha Indah. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Inilah kecintaan kepada kesempurnaan sang Kekasih, dan pasti sadar akan kebesaran dan keindahan Haq Ta’ala. Karena tanpa mengetahui dan sadar akan keagungan dan keindahan Tuhan, maka kecintaan itu mustahil akan tumbuh. Dan para arif meyakini bahwa keagungan inilah yang menjadi sumber terciptanya alam semesta. Ketika keagungan tersebut hendak ditampakkan, maka cermin, jelmaan dan tajalli keagungan pun tanpak juga. Cinta adalah jelmaan dari keindahanNya, walau seandainya pun tidak ada pencinta lain, akan tetapi cukuplah keindahan yang dimilikiNya menjadi yang dicintaNya. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Tentang masalah cinta, Dr. Qasim Ghani berkata : keyakinan para arif tentang cinta adalah, bahwa cinta merupakan gharizah ( insting ) Ilahi dan ilham dari langit. Dengan menelusurinya manusia akan mengetahui diri dan nasibnya. Ruh bersumber dari Tuhan, sebelum diciptakan dunia ruh sudah berada disisi Tuhan, oleh karenanya kecintaan terhadap dunia adalah kecintaan yang asing dan jauh dari rumah aslinya, hal ini selalu menjadi pikiran dan tempat asli mereka. Masalah ini kita dapatkan pada kisah-kisah cinta dan syair-syair sufi, seperti kisah cinta Laila dan Majnun, Yusuf as. dan Julaiha, Wamiq dan Adzra, Syirin dan Farhad, Salaman dan Isal dan kisah cinta lainnya… ( Tarikh Tasawus dar islam, hal. 338-340 )</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Kecintaan terhadap Tuhan, melazimkan kita juga untuk mencintai para kekasih hakikiNya. Jelmaan dan dzuhur tertinggi dari wujud Haq yang maha Tinggi adalah wujud Rasulullah saww. Dan para Imam as. Seorang arif mutaakhir berkata :</font></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">sekiranya dadaku dibelah</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Di tengahnya kan terlihat dua garis</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Yang digoreskan tenpa seorang penulis</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Tauhid dan keadilan pada garis yang satu</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Dan cinta pada Ahlul Bayt pada garis yang lain.</font></em><em><font face="Calibri"> </font></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=86&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/03/kedudukan-cinta-dalam-tasawuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutakalim  VS &#8216;Urafa</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/02/mutakalim-vs-urafa/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/02/mutakalim-vs-urafa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 09:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/06/02/mutakalim-vs-urafa/</guid>
		<description><![CDATA[Abu Nargis  Tasawuf ( mysticism ) merupakan sebuah faham yang muncul diantara kaum, kelompok dan agama dunia. Sebuah faham yang mempunyai ciri khas khusus dalam mengungkap dan menangkap hakekat alam dan hubungan antara manusia dengan hekekat. Dalam rangka mengungkap hakekat faham tasawuf tidak menggunakan media akal atau argument, akan tetapi media yang gunakan adalah Dzauq,shuhud, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=85&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Cambria','serif';"><strong>Abu Nargis</strong> </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Cambria','serif';">Tasawuf ( mysticism ) merupakan sebuah faham yang muncul diantara kaum, kelompok dan agama dunia. Sebuah faham yang mempunyai ciri khas khusus dalam mengungkap dan menangkap hakekat alam dan hubungan antara manusia dengan hekekat. Dalam rangka mengungkap hakekat faham tasawuf tidak menggunakan media akal atau argument, akan tetapi media yang gunakan adalah <em>Dzauq,shuhud, isyraq, wushul dan ittihad</em>. Untuk sampai kepada tahapan ini terdapat aturan-aturan dan amalan-amalan khusus yang mesti dijalani. Dengan kata lain, untuk sampai kepada ilmu dan penemuan irfani, harus melewati tahapan-tahapan tertentu (sair wa suluk). </span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"><span id="more-85"></span></span><span style="font-family:'Cambria','serif';"><span style="font-family:'Cambria','serif';">Oleh karenanya tasawuf ( irfan ) terbagi menjadi dua bagian; irfan praktis dan irfan teoritis. Irfan praktis adalah sebuah praktek amali yang detail dan penuh dengan ujian berat serta melewati manzil-manzil untuk sampai kepada maqam-maqam, ‘hal-hal’ dan masuk kepada penemuan irfani, tauhid, fana. Tahapan-tahapan ini dalam istilah tasawuf disebut dengan ‘tarekat’.</span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> sementara irfan teoritik adalah pengungkapan para arif atas <span> </span>pengalaman shuhudi mereka tentang hakekat, hakekat alam dan manusia. Murtadah Muthahari dalam ucapannya: </span></span><span style="font-family:'Cambria','serif';"><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">&#8221; Irfan dalam sisi ini bagaikan filsafat ketuhanan, karena ia membahas tentang penafsiran dan penjelasan mengenai wujud. seperti halnya filsafat ketuhanan, irfan teoritik menyuguhkan tema-tema, prinsif-prinsif dan objek-objek pembahasan. Hanya perbedaannya bahwa filsafat dalam argumentasinya hanya berdiri di atas prinsif-prinsif dan dasar-dasar akal, sementara pada irfan teoritik prinsif serta dasarnya adalah kasyaf ( penyaksian bathin ) sebagai pondasi argumentasi, sementara akal sebagai media dan bahasa untuk mengungkapkan dari penyaksian bathin tersebut. argumentasi akal filsafat seperti sebuah poin yang ditulis oleh suatu bahasa tertentu dan dibaca dengan bahasa itu sendiri. akan tetapi argumentasi irfani adalah poin yang diterjemahkan dari bahasa lain. artinya seorang arif ketika hendak menyampaikan klaim-klaim yang dihasilkan lewat shuhud dan kasyafnya, ia butuh kepada bahasa akal.&#8221; ( Ulum-e-islami, Kalam wa Irfan, Muthahari Hal. 76-77 )</span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p></span><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';"><span style="font-family:'Cambria','serif';">Mengenai kedua istilah di atas ( irfan dan tasyswuf ), Murtadha Muthahari masih dalam buku tersebut berusaha untuk membedakan dan memisahkan keduanya. Bahwasannya faham tasawuf merupakan sudah menjadi bagian dan kelompok khusus di masyarakat, dimana istilah tasawuf atau sufi lebih cenderung digunakaan untuk sisi sosiologis dari kelompok ini. Seperti adat berpakaian, model rambut dan muka,<span>  </span>hubungan interaktif antara mereka atau antara murid dengan murad, budaya rumah sufi (khanqah) dan bahkan mereka memiliki bahasa khusus sebagai media komunikasi antara mereka. Sementara istilah irfan atau arif lebih banyak dipakai dalam sisi budaya dan teoritik kaum ini. Irfan teoritik sebagai sebuah pandangan dunia khusus dengan prinsif-prinsif, dasar-dasar, mukadimah dan masalah-masalah khusus. </span></span><span style="font-family:'Cambria','serif';"><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Faham irfan dalam intinya tidak terikat oleh satu kelompok, madzhab ataupun agama. Secara praktis faham ini merupakan sebuah ajaran atau adat khusus sehingga faham ini secara otomatis membentuk sebuah kelompok khusus (lintas agama). Faham ini bisa kita temukan pada hampir kebanyakan agama, adat, ideologi… tidak terkecuali pada agama islam. Agama islam sebagai agama yang sempurna yang menyinggung semua sisi pada manusia baik lahir maupun bathin. Di dalam ajaran islam juga terdapat teks-teks yang menyinggung kajian-kajian tinggi akhlak serta kajian-kajian irfani ( tidak dibahas dalam makalah ini ).<span>  </span>Mulai abad kedua hijri, dikalangan kaum muslimin sudah bisa ditemukan kelompok sufi dan ternyata kelompok ini semakin hari semakin banyak penggemar, dan bermunculan tokoh-tokoh sufi islam. Setiap abad perkembangan tasawuf semakin pesat. Sampai akhirnya pada abad ke tujuh tasawuf mengalami masa puncak dengan munculnya Muhyidin Ibnu Arabi. Di tangan Ibnu Arabi yang dijuluki dengan ‘Syekh Akbar’ tasawuf memasuki tahapan baru dengan karyanya yang berjumlah dua ratus buku kecil dan besar. Prinsif dan dasar irfan teoritik pada masa Ibnu Arabi memasuki masa kematangan. Pembahasan ‘<em>Wahdatul Wujud’</em> Ibnu Arabi sebagai tafsir dan ta’wil dari shuhud, merupakan tafsir terbaik dan paling sempurna. Buku besar ‘<strong><em>Futuhat Al-makiah’</em></strong> merupakan sebuah dairatul ma’arif irfan dan buku ‘<strong><em>Fushush Al-Hikam</em></strong>’ adalah kumpulan ajaran beliau, singkat akan tetapi menyeluruh dan detail. </span></p>
<p></span><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Perkembangan pesat kelompok sufi dan ajaran tasawuf ini tak urung terjadi pro dan kontra serta mendapat <span> </span>reaksi dari berbagai pihak, baik dari kalangan mutakallim, fuqaha dan kelompok lainnya baik dalam agama islam maupun agama-agama lain. Tentunya serangan pemikiran yang dilontarkan oleh setiap kelompok berbeda. Dari kalangan fuqaha serangan mengarah kepada praktek amali kaum sufi, sementara kalangan mutakalim serangan lebih kepada dasar-dasar keyakinan kelompok ini. Di sini akan disebutkan beberapa contoh serangan pemikiran dari pihak mutakalim terhadap ‘urafa (tanpa mengemukakan jawaban dari para ‘urafa, insya Allah pada makalah lain):</span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Cambria','serif';">1. Wahdatul wujud </span></strong></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';">Pembahasan tentang ketauhidan Tuhan dalam pandangan para ulama agama yaitu penafian banyak tuhan dan keyakinan akan satu Tuhan ( <em>laa ilaaha illallah</em> ). Sebuah keyakinan yang jelas dan tidak membutuhkan kepada penafsiran dan penjelasan yang luar biasa detail dan <span> </span>rumit. Sementara ketauhidan irfan yang bentuk akidah akan <em>wahdatul wujud</em>, adalah topik Lain. Berdasarkan keyakinan ini, hakekat hanya satu dan memiliki wujud hakiki sementara semua makhluk, fenomena merupakan <em>madzhar</em> dan <em>tajalli</em> ( jelmaan ) wujud mutlak tersebut. Atas dasar keyakinan ini berarti semua adalah Tuhan dan Tuhan adalah semua (menurut pendapat mutakalim). Hal ini tentu tidak bisa diterima karena bertentangan dengan teks-teks agama dan dengan prinsif-prinsif ketuhanan dalam agama. Salah satu contoh serangan yang dilontarkan oleh para mutakalim adalah yang terdapat dalam buku ‘<em>Mashra’ Al-Tashawwauf’</em> karya Burhanuddin Baqa’i ( 808-885 H. ) Ia menuliskan : “ Maka, penentang Tuhan, utusanNya dan kamu mukminin ini – Ibnu Arabi – telah datang dan mendukung pekerjaan kaum sufi. Mereka ( sufi ) menganggap dirinya mengenal Tuhan dan berkata; Hakekat seorang arif adalah orang yang meyakini bahwa Haq Ta’ala<span>  </span>ada pada segala sesuatu, bahkan mereka mereka meyakini bahwa Tuhan adalah segala sesutau. Tidak diragukan lagi bahwa yang mengatakan hal ini lebih buruk ketimbang kemusyrikan kaum Yahudi dan Nasrani. Yahudi dan Nasrani menyembah makhluk yang mulia dan dekat dengan Tuhan, sementara Ibnu Arabi menyembah hewan dan patung adalah seperti menyembah Tuhan. Bahkan ucapan dia sampai kepada tahap bahwa Tuhan sama dengan anjing dan babi… bahkan kotoran!&#8230; “</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Di kalangan agama lain juga terjadi perselisihan dan perang pemikiran antara kedua kubu ini. Salah seorang penulis dan filosof Inggris yang bernama Walter Terence Stace dalam bukunya ‘Irfan dan Filsafat’ ia menuliskan bahwa ada tiga sebab terjadinya pandangan negatif kaum agamawan terhadap para ‘urafa; pertama, para monotheisme meyakini <em>Ilah Al-Mutasyakhish</em> (personal god) sementara kaum urafa ( dengan wahdatul wujud-nya ) meyakini <em>Muthlaq geir Mutasyakhish</em> (impersonal absolute). Kedua, berdasarkan faham wahdatul wujud berarti semua wujud adalah wujud Ilahi, sementara kita dapatkan banyak <em>syar</em> (kejahatan) di antara wujud yang ada di alam. berarti <em>syar</em> yang ada pada wujud di alam ini adalah <em>syar Ilahi. </em>Ketiga, di kalangan umat beragama terdapat keyakinan akan keagungan dan kebesaran Tuhan, sementara berdasarkan faham wahdatul wujud, Tuhan akan kehilangan keagungan dan kebesaranNya.</span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Cambria','serif';">2. Wahdat Al-Adyan</span></strong></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';">Seperti apa yang disebutkan di atas bahwa faham tasawuf adalah <span> </span>faham lintas agama. Mereka meyakini bahwa hakekat adalah satu walaupun berbeda dalam agama. Hal ini bertentangan dengan keyakinan para mutakalim yang meyakini bahwa salah satu dasar yang paling inti dalam satu agama adalah keyakinan akan kebenaran agama serta madzhab <span> </span>tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Ibnu arabi dalam bukunya ‘Fushush Al-Hikam’ halaman 113 menuliskan: “ Jika anda terikat hanya oleh satu akidah dan mengkafirkan akidah yang lain, maka anda akan mendapatkan kerugian bahkan anda akan kehilangan ilmu terhadap hakekat sesuatu… “ </span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Cambria','serif';">3. Kurang Mementingkan Kenabian dan Sayriat. Menyuguhkan masalah ‘Wilayah’</span></strong></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';">Untuk poin pertama ( kenabian dan syariat ) bisa dilihat pada dua sisi; pertama, hubungan antara manusia dengan Tuhan. Kedua, tidak terikatnya oleh syariat pada tahapan-tahapan tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Pertama; Para mutakalim dan para tokoh agama meyakini bahwa manusia tidak akan bisa mengetahui hakekat syariat tanpa adanya bimbingan dan hidayah dari para nabi. Oleh karenanya manusia selamanya akan tetap butuh kepada petunjuk dan hidayah para nabi. Sementara para arif dalam maslaknya meyakini bahwa manusia mempunyai kemampun untuk mendapat <em>Faed</em> ( karunia ) dan hidayah langsung dari Tuhan dan tidak butuh kepada pelantara.</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Ibnu Arabi menuliskan : “ Para ulama ilmu-ilmu resmi, sampai hari kiamat dari satu generasi mendapatkan pengetahuan dari generasi sebelumnya, hal ini menjauhkan nisbah-nisbah (hubungan).<span>  </span>Sementar para wali dan para arif mendapat ilmu langsung dari Tuhan, dimana Ia menghembuskan ilmu tersebut kedalam dada mereka.” ( Al-Manawi, hal. 246 )</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Kedua; Sebagian para penganut tasawuf berkeyakinan bahwa, ketika seorang salik <span> </span>sudah sampai pada tahap-tahap tertentu ia tidak lagi perlu dan terikat oleh hukum-hukum syariat. Seperti banyak diungkapkan oleh para ulama tasawuf, di antaranya : Rummi dalam bukunya Matsnawi jilid kelima, Lahiji dalam Syarah Gulshan-e Roz dan tokoh-tokoh lain.</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Sementara pada poin kedua ( masalah ‘wilayah’ ); berbeda dengan keyakinan umum para agamawan bahwa kenabian merupakan dasar bagi tercapainya hidayah dan kebahagian manusia. Sementara para ‘urafa dan sufi meyakini bahwa ‘wilayah’ merupaka dasar itu. Mereka meyakini bahwa ‘wilayah’ lebih tinggi derajatnya ketimbang kenabian. </span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Dalam masalah ‘wilayah’ Jalaluddin Ashtiani dalam bukunya “<em>syarah Muqadimah Qaishari terhadap fushush</em>” halaman 594 menuliskan : “ ‘Wilayah’ dalam istilah ahli makrifat adalah hakekat <em>kulli</em>, derajat dari derajat-derajat Haq, sumber Dzuhur dan ta’ayyun yang bersambung dengan dzat Ilahi. Ia adalah sebab dzuhurnya semua hakekat penciptaan, bahkan ia adalah sumber dari ta’ayyun nama-nama Ilahi dalam <em>hazrat ‘alamiah.</em> ( <em>dan Allah adalah wali yang maha terpuji</em> ) dan ( <em>Allah adalah wali orang-orang yang beriman yang mengeluarkan mereka dari kegelapan</em>… ). Hakekat ‘wilayah’ berdasarkan tahkik adalah seperti wujud yang menjelma pada semua hakekat. Sumber ta’ayyun Haq yang maha satu wujudNya, akhir dari alam <em>malak</em> dan <em>syahadat</em>. Mengalir pada semua hakekat baik Wajib wujud, mumkin wujud, non materi dan yang materi. ‘Wilayah’ dengan artian <em>qurb</em> memiliki derajat dan dzuhur yang berbeda-beda sampai berakhir kepada maqam <em>qurb</em> hakekat Haq Ta’ala dengan semua wujud dimana memiliki <em>ma’iyat qayyumiyah</em> dan <em>saryaniyah</em> dengan semua madzhar-madzhar wujud ( <em>biwahdatihi daamat lahu kullu katsrah</em> )”.</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Untuk nisbah dan hubungan antara kenabian dengan ‘wilayah’, para ulama berkeyakinan bahwa; kenabian adalah sisi dzahir dari ‘wilayah’ dan ‘wilayah’ sisi bathin kenabian. Kenabian sisi <em>khalqi</em> (penciptaan), sementara ‘wilayah’ adalah sisi <em>Haqi</em> ( ketuhanan ). Oleh karenanya kenabian bisa terputus sementara tidak akan terputus dan abadi. Para arif juga berpendapat bahwa ‘wilayah’ lebih luas dan lebih menyeluruh dari pada<span>  </span>kenabian.</span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Cambria','serif';">4. Ucapan-ucapan yang kontroversi dan penuh dengan rahasia</span></strong><span style="font-family:'Cambria','serif';">.</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';">Salah satu faktor penolakan dan pengingkaran para mutakalim<span>  </span>terhadap para ‘urafa karena ucapan-ucapan mereka yang secara dzahir tidak difahami, tidak ma’qul dan tidak masyru’. Ucapan-ucapan seperti ini terkenal dengan istilah ‘<em>syathhiyat</em>’. Seperti ucapan Mansur Hallaj; “<em>ana al-haq</em>” (aku adalah Haq) atau ucapan Bayazid Basthami; “ <em>Subhaani maa a’dhama sya’ni</em> “ (maha suci aku, betapa agung kedudukanku ) dan ucapan-ucapan sejenisnya. Yang tentu membuat risau dan gerah para mutakalim. </span><span style="font-family:'Cambria','serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Cambria','serif';">5. Ta’wil</span></strong></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';">Para mutakalim berkeyakinan bahwa Alquran merupakan kitab <em>mubin</em> dan<em> bayan</em> ( jelas ) bagi semua manusia. Sebagai rujukan orang-orang khusus dan umum, dengan bahasa yang difahami oleh manusia ( <em>Ini (alquran) merupakan lisan arab mubin</em> ). Sementara para arif meyakini bahwa agama memiliki dzahir juga bathin, yang dzahir adalah syariat dan bathin adalah hakekat. Penjelasan alquran tentang masalah syariat adalah penjelasan yang jelas, akan tetapi pada masalah hakekat hanya bisa diungkap lewat rumus dan ta’wil. Alquran memiliki banyak bathin dimana para salik ( penempuh jalan sepritual ) dalam menempuh jalan hakekat, setiap tahapan dan maqamnya mengikuti tahapan-tahapan bathin alquran. </span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Ghazali sebagai kritikan terhadap buku “fushush al-hikam” karya Ibnu Arabi, menuliskan dalam bukunya ( Ihya ‘Ulumuddin ): “ Sebagian dari dari ta’wil-ta’wil ini adalah pasti dan jelas bathil ( salah ). Seperti ta’wil ‘Firaun’ dengan ‘<em>qalb</em>’ (hati), karena Firaun sebagi seseorang yang bisa diindra dimana keberadaannya sudah sampai kepada kita dengan cara mutawatir…”</span></p>
<p><span style="font-family:'Cambria','serif';"></span><span style="font-family:'Cambria','serif';">Dan serangan-serangan pemikiran lain yang dilontarkan oleh para mutakalim sebagai reaksi dari kemunculan faham tasawuf. ( sekali lagi, di makalah ini tidak disampaikan jawaban dari kalangan ‘urafa.)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=85&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/06/02/mutakalim-vs-urafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT JALAN ZAHRA AS. !</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/84/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/84/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 09:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/84/</guid>
		<description><![CDATA[                              Hari adalah hari perpisahan antara Ali as. dan Zahra as., perpisahan untuk selamanya. Pasangan suci yang diikat oleh kasih sayang, kesetiaan, ketulusan dan keikhlasan kini harus berpisah. Ali as. ungkapkan semua perasaannya tatkala perpisahan itu tiba: Kita bagaikan sepasang merpati, yang tidak akan bisa terpisahkan Namun sekarang tiba harinya Ada yang memisahkan kita berdua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=84&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">                             <a href="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/05/fatemeh.jpg" title="fatemeh.jpg"><img src="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/05/fatemeh.thumbnail.jpg" alt="fatemeh.jpg" /></a></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Hari adalah hari perpisahan antara Ali as. dan Zahra as., perpisahan untuk selamanya. Pasangan suci yang diikat oleh kasih sayang, kesetiaan, ketulusan dan keikhlasan kini harus berpisah. Ali as. ungkapkan semua perasaannya tatkala perpisahan itu tiba: </font></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Kita bagaikan sepasang merpati, yang tidak akan bisa terpisahkan</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Namun sekarang tiba harinya</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Ada yang memisahkan kita berdua</font></em></p>
<p align="center"><span id="more-84"></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Terkadang di kegelapan malam Ali as. pergi menemui kuburan kekasihnya tercinta, ia berdiri di sampingnya dan berseru kepada Zahra as. memberikan salam, meratapi dirinya dan setelah itu ia pun menjawab atas nama Zahra as. :</font></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Kenapa aku harus berdiri di samping kubur kekasihku</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Menyampaikan salam sementara ia tidak menjawab salamku</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Kekasih! Kenapa engkau tidak menjawab salamku?</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Apakah karena engkau telah mendahuluiku hingga melupakan kekasihmu</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Apakah aku tidak lagi ada di hatimu?</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Kekasihku ( Zahra as. ) berkata kepadaku:</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Bagaimana aku menjawab seruanmu</font></em></p>
<p align="center"><em><font face="Calibri">Apakah engkau tidak tahu, aku terpenjara di bawah tanah</font></em></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Zahra as. mewasiatkan kepada Ali as.: wahai Ali-ku! Kuburkanlah aku dan tutupilah kuburanku!. Jangan engkau cepet-cepat meninggalkan kuburku, tinggallah untuk beberapa saat, karena inilah saat-saat aku butuh kepadamu. Ali as. menguburkan Zahra as. dengan tangannya sendiri, dan dengan tangannnya sendiri ia menutupi kuburnya. Menggali tanah dan menutupnya kembali hingga jubahnya penuh dengan tanah. Ia pun membersihkan tanah dari bajunya, kini tiba saatnya ia untuk menjalankan wasiat Zahra, ia terdiam sendiri di samping kubur kekasihnya. Karena kesendirian itu, seketika kesedihan mendalam merasuki hatinya, apa yang harus aku lakukan? Dengan siapa aku harus berucap? Kepada siapa aku sampaikan kesedihan hati ini?. Kubur yang paling dekat adalah kubur ayahnya ( Nabi saww. ), ia pun berpaling ke kubur Nabi saww. : </font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Salam bagimu wahai utusan Allah !</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Salam dariku dan dari putrimu Zahra</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Jika engkau bertanya tentang kesabaran Ali</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Maka kesabaran Ali sudah tiada</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Sebentar lagi putrimu akan memberikan kabar</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Tentang apa yang telah diperbuat ummatmu terhadapnya.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=84&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/84/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mashumah.files.wordpress.com/2007/05/fatemeh.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatemeh.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tangisan Nabi saww. Untuk Sekelompok Wanita</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/tangisan-nabi-saww-untuk-sekelompok-wanita/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/tangisan-nabi-saww-untuk-sekelompok-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 09:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/tangisan-nabi-saww-untuk-sekelompok-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ummu Nargis  Imam Ali as. berkata : Suatu hari aku  pergi bersama Sayyidah Fathimah as. datang menemui Nabi saww. saat itu beliau dalam keadaan menangis. Imam Ali as  bertanya : demi ayah dan ibuku ya Rasulullah ! kenapa anda menangis? Nabi saww menjawab : Wahai Ali ! ketika malam aku dibawa pergi Mi’raj, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=82&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"><strong>Oleh : Ummu Nargis</strong> </font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Imam Ali as. berkata : Suatu hari aku <span> </span>pergi bersama Sayyidah Fathimah as. datang menemui Nabi saww. saat itu beliau dalam keadaan menangis.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Imam Ali as<span>  </span>bertanya : demi ayah dan ibuku ya Rasulullah ! kenapa anda menangis?</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"><span id="more-82"></span></font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Nabi saww menjawab : Wahai Ali ! ketika malam aku dibawa pergi Mi’raj, ada sekelompok perempuan dari umatku sedang disiksa yang amat pedih. ( sampai sekarang aku masih <span> </span>teringat hal itu) aku menangis karena siksaan pedih yang mereka jalani.</font></span></p>
<p></font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"> </font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">1-Aku melihat perempuan kepala dan rambutnya digantung, dan otaknya mendidih karena panas.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">2-Aku melihat perempuan yang lidahnya digantung dan air Hamim (air minum yang mendidih dari jahannam) dituangkan ke tenggorokannya.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">3-Aku melihat perempuan, kedua payudaranya digantung.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">4-Aku melihat perempuan <span> </span>memakan daging badannya sendiri sementara <span> </span>api yang membara berada di<span>  </span>bawah kakinya.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">5-Aku melihat perempuan tangan dan kakinya diikat, ular dan kalajengking menyerang mereka.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">6-Aku melihat perempuan tuli , buta dan gagu di atas<span>  </span>bara api. (Saking panasnya) Otak kepalanya keluar dari hidung mereka, dan badannya terpotong-potong.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">7-Aku melihat perempuan kedua kakinya di atas bara api jahannam yang panas<span>  </span>sedang tergantung.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">8-Aku melihat perempuan badannya dihancurin dengan gunting –gunting yang panas.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">9-aku melihat perempuan muka dan tangan-tangan mereka terbakar <span> </span>dan memakan dagingnya sendiri. </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">10-Aku melihat perempuan kepala mereka seperti babi, dan badannya seperti keledai. Dan beribu-ribu siksaan menimpa mereka.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">11-Aku melihat perempuan berbentuk anjing , api masuk dari dubur dan keluar dari mulutnya. Dan malaikat pemberi adzab, memukul kepala dan badan mereka dengan tongkat api.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri"> </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Sayyidah Fathimah as. bertanya : Wahai <span> </span>ayahku! cahaya mataku! Apa yang perempuan itu lakukan Selama di dunia, sehingga Allah swt menyiksa mereka ?!</font></span></p>
<p></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Nabi saww menjawab : Wahai putriku !</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">1-Perempuan yang kepala dan rambutnya digantung, karena dia tidak menutupi kepala dan rambutnya dari ajnabi (tidak muhrim). </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">2-Perempuan yang lidahnya digantung , karena dia suka menyakiti suaminya dan orang lain. </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">3-Perempuan yang kedua payudaranya digantung karena dia menghindar untuk tidur bareng<span>  </span>dengan suaminya. </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">4-Perempuan yang makan daging badannya sendiri, karena dia menghiasi badannya untuk orang lain dan tidak menghindar dari <span> </span>yang bukan muhrim.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">5-Perempuan yang tangan dan kakinya diikat, ular dan kalajengking menyerang mereka. Karena tidak memperhatikan kebersihan baju dan berwudlu. tidak melakukan mandi junub dan haidz dengan betul. Dia tidak menjaga kebersihan dirinya dan meremehkan sholat.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">6-Perempuan yang tuli, buta dan gagu karena dia hamil akibat <span> </span>zinah dan menisbahkan anaknya kepada laki-laki.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">7-Perempuan yang kedua kakinya di gantung, karena keluar rumah tanpa izin suaminya.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">8-Perempuan yang badannya di hancurin dengan gunting-gunting panas, karena menyerahkan dirinya kepada laki-laki lain.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">9-Perempuan yang muka dan tangan-tangan mereka terbakar , dan memakan dagingnya sendiri, karena <span> </span>dia <span> </span>penyebab <span> </span>terjadinya perzinahan ( dia menjual perempuan kepada laki-laki).</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">10-Perempuan yang kepala mereka seperti babi dan badannya seperti keledai, karena suka berbohong dan menggunjing orang.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">11-Perempuan yang berbentuk anjing ,api masuk dari dubur <span> </span>dan keluar dari mulut ,karena <span> </span>suka bernyanyi ( di depan yang bukan muhrim ) dan berhasud.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">Kemudian Nabi saww berkata : celakalah seorang istri ketika suami tidak meridhoinya.<span>  </span>Dan bahagailah seorang istri ketika suami meridhoinya.</font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><font face="Calibri">( Dikutip <span> </span>dari kitab <em>Bihar Al-Anwar<span>  </span>jilid 18, hal. 351-352</em>)</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=82&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/30/tangisan-nabi-saww-untuk-sekelompok-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Naluri Seorang Ibu</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/25/naluri-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/25/naluri-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 07:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/05/25/naluri-seorang-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Masih Tentang Ali as. Ummu Nargis Ashim bin Hamzah berkata : aku melihat seorang pemuda di kota madinah  sedang berteriak : wahai tuhan yang maha adil! Tegakkanlah keadilan antara aku dan ibuku! Kabar tentang pemuda sampai ke telinga Umar bin Khatab khalifah ke dua. Ia pun memanggil pemuda itu dan berkata : wahai pemuda kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=81&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><strong>Masih Tentang Ali as.</strong></font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><strong>Ummu Nargis</strong></font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ashim bin Hamzah berkata : aku melihat seorang pemuda di<br />
kota madinah<span>  </span>sedang berteriak : wahai tuhan yang maha adil! Tegakkanlah keadilan antara aku dan ibuku! Kabar tentang pemuda sampai ke telinga Umar bin Khatab khalifah ke dua. Ia pun memanggil pemuda itu dan berkata : wahai pemuda kenapa kamu berkata demikian kepada ibumu. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span id="more-81"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pemuda itu berkata : wahai amirul mikminin! Ibuku selama sembilan bulan mengandungku, dan selama dua tahun telah menyusuiku, akan tetapi sekarang ketika aku sudah dewasa dan bisa membedakan yang baik dan yang buruk, ia mengingkari aku sebagai anaknya seolah-olah ia tidak pernah melihatku.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar berkata : dimana ibumu ?</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pemuda itu berkata : di saqifah bani fulan.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar pun memerintahkan supaya wanita tersebut dipanggil kehadapannya.<br />
Para petugas pun membawa bersama empat orang saudara laki-lakinya. Wanita itu pun membawa empat puluh orang untuk menjadi saksi bahwa wanita itu masih gadis dan belum pernah nikah serta memiliki anak. Dan para saksi juga berkata bahwa pemuda tersebut ber bohong dan berniat untuk mempermalukan wanita tersebut dikalangan kaumnya. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar berkata : apa yang bisa kamu katakana wahai pemuda ?</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pemuda itu berkata : aku bersumpah demi Tuhan bahwa wanita itu adalah ibuku. Sembilan bulan ia mengandungku dan dua tahun ia telah menyusuiku tapi sekarang ia mengingkari bahwa aku adalah anaknya.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar berpaling kepada wanita itu dan berkata : apa yang dikatakan pemuda itu ? </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Wanita itu berkata : wahai amirul mukminin! Demi tuhan dan demi haq Muhammad aku tidak mengetahui pemuda itu dan dari kaum mana dia. Ia berkata bohong dan ingin mempermalukanku dikalangan kaum kami. Aku seorang wanita dari kaum Quraisy, aku tidak pernah menikah dan masih dalam keadaan perawan. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar bertanya : apakah kamu bisa membuktikan ucapanmu itu ? </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Wanita itu berkata : ya, mereka itu adalah saksi bagi ucapanku.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kemudian keempat puluh laki-laki itu pun maju kedepan dan memberikan saksi mendukung ucapan wanita tadi. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar berkata : kalau begitu bawa pemuda ini ke penjara sampai ia bisa membuktikan kalau ia tidak bersalah. Jika ia terbukti berbohong maka ia akan di hukum dengan keras. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><br />
Para petugas pun membawa pemuda tersebut ke arah tahanan. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Ali as. ketika pemuda itu melihat Ali as<span>  </span>ia berteriak<span>  </span>: Wahai putra paman Rasulullah saww! tolonglah aku, aku pemuda yang madzlum dan khalifah menyuruh untuk memenjarakanku. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as pun memerintahkan mereka untuk kembali kepada Umar. Ketika sampai di<br />
sana Umar berkata : tidakkah aku perintahkan kalian untuk membawanya ke penjara ? kenapa kalian kembali ? </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><br />
Para petugas berkata : kami kembali atas perintah Ali as. karena engkau pernah berpesan bahwa dalam masalah ini kita tidak boleh menentang pendapat Ali as. Umar pun terdiam.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as berkata : bawalah wanita itu kesini. Ketika wanita itu sampai Ali as bertanya kepadanya dan wanita itu pun menjelaskan apa yang terjadi.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as berkata kepada Umar: apakah anda mengizinkan aku untuk mengadili mereka. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umar berkata : SUBHANALLAH! Bagaimana aku tidak mengizinkan sementara Nabi pernah berkata : orang yang paling pintar di antara kalian adalah Ali bin Abi Thalib. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kemudian Ali as bertanya kepada wanita tersebut : apakah kamu punya saksi atas klaim mu itu ? </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Wanita itu berkata : ya, inilah mereka empat puluh orang saksi. Mereka pun memberikan saksinya.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Karena perkara sudah terlanjur begitu Ali as pun berkata : hari ini aku akan mengeluarkan keputusan yang di ridhoi oleh Allah dan NabiNya.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as berkata kepada wanita itu : siapa wali kamu ?</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Wanita itu berkata : inilah mereka saudara-saudaraku.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as bertanya kepada para saudara wanita itu : apakah kalian ridho jika aku memberikan keputusan buat wanita ini ? mereka berkata : ya ! </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as pun berkata kepada hadirin : wahai semua! Aku <span> </span>jadikan Tuhan sebagai saksi ucapanku<span>  </span>dan kalian juga jadilah saksi bahwa aku akan menikahkan wanita ini dengan pemuda tadi dengan mahar empat ratus dirham. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Wahai Qanbar! Seru Ali as, pergilah dan bawalah dirham itu kepadaku! Qanbar pun pergi dan membawa dirham tersebut.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as berkata : berikanlah dirham kepada pemuda itu! Dan berkata kepada sang pemuda : bawalah dirham itu ke wanita tersebut, dan bawalah dia kerumah! Jangan kembali sebelum kalian membersihkan badan kalian. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ketika mendengar itu wanita tersebut berteriak : ampun! Tobat! Wahai putra paman Nabi!.<span>  </span>Apakah anda mau mambakar aku di bara api ? demi Tuhan dia adalah anakku. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as berkata : kenapa kamu mengingkarinya ? </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Wanita itu berkata : wahai putra paman Nabi! Aku tidak bersalah. Aku dulu dinikahkan dengan seorang laki-laki biasa dan menghasilkan anak tersebut. Ketika suamiku meninggal anak ini sudah dewasa, saudara-saudaraku menyuruhku untuk membuang <span> </span>dan tidak mengakuinya sebagai anak. Akupun karena takut kepada saudara-saudarku<span>  </span>melakukan hal itu.<span>  </span>Demi Tuhan dia adalah anakku. Aku sebenarnya merindukannya dan hatiku merasa sakit. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as pun menyuruh wanita itu untuk membawa anaknya dan membebaskan mereka serta menyuruh mereka untuk hidup bebas tidak terkekang oleh saudara-saudaranya. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ketika pengadilan Ali as selesai, Umar dengan suara keras berteriak : “lau laa ‘ali lahalakal umar “ kalau tidak ada Ali as celakalah Umar. ( Dzabihullah Mahallati<span>  </span>menukil dari Tahdzib karya Syekh Thusi.) </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=81&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/25/naluri-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ikhlas Dari Ali as.</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-ikhlas-dari-ali-as/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-ikhlas-dari-ali-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 09:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Serius]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-ikhlas-dari-ali-as/</guid>
		<description><![CDATA[           Keimanan dan pengorbanan Ali as. dalam rangka kemajuan agama islam tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, semua orang mengakuinya baik kawan maupun lawan, mu’min maupaun kafir. Walau dengan seribu jasanya terhadap islam, hari itu tatkala ia sadar bahwa ia harus safar dari dunia fana menuju dunia baqa, dan tatkala ia tahu bahwa ia harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=80&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Bookman Old Style';">           Keimanan dan pengorbanan Ali as. dalam rangka kemajuan agama islam tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, semua orang mengakuinya baik kawan maupun lawan, mu’min maupaun kafir.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Walau dengan seribu jasanya terhadap islam, hari itu tatkala ia sadar bahwa ia harus safar dari dunia fana menuju dunia baqa, dan tatkala ia tahu bahwa ia harus menanggalkan sangkar tanah dan materinya menuju kekasih sejati dan kehidupan abadi yang selalu dinanti kedatangannya oleh para wali Allah. Malam itu ia mewasiatkan kepada putra terbesarnya Al-Hasan as. untuk tidak menguburkan jasadnya di kota Kufah, ia berpesan ketika waktu hampir menjelang subuh untuk membawa jasadnya ke tanah Ghari ( terletak di samping kota Kufah markas pemerintahannya ) dan supaya dikuburkan di tempat itu, setelah dikubur tutupilah kubur itu.</span></p>
<p><span style="font-family:'Bookman Old Style';"><span id="more-80"></span></span><span style="font-family:'Bookman Old Style';"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">            Sebab kenapa beliau berpesan agar kuburan sucinya tersembunyi dari banyak orang, beliau mengetahi bahwa musuh-musuh beliau yang pada waktu itu kebanyakan kaum Khawarij akan bersikap kurang ajar dan memanfaatkan kubur beliau.</span></p>
<p></span><span style="font-family:'Bookman Old Style';"></span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Ketika waktu menjelang sahur, hari ke dua puluh satu bulan Ramadhan tahun ke empat puluh hijriah, Al-Hasan as. dan Al-Husein serta orang-orang yang masih setia kepada keluarga suci Nabi saw. membawa tubuh pejuang islam tersebut keluar dari Kuffah dan menguburkan di tempat yang diwasiatkan oleh ayah mereka. Setelah selesai melaksanakan penguburan mereka pun kembali ke<br />
kota Kuffah.</span></p>
<p><span style="font-family:'Bookman Old Style';"></span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Belum sampi ke kota Kuffah, di tengah jalam mereka mendengar suara rintih dan sedih. Mereka melihat seorang kakek tua yang buta tersungkur di tanah karena sudah tidak lagi memiliki kekuatan untuk berjalan. Terdengar kakek tua itu bergumam dan sementara air matanya mengalir deras.  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Al-Hasan as. pun menghampirinya dan berkata : Wahai kakek kenapa anda begitu sedih ?  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Sang kakek berkata: wahai tuan! Engkau lihat bahwa aku ini buta dan sudah tua renta, aku juga tidak punya siapa-siapa untuk aku mintai pertolongan.   </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Al-Hasan berkata : sampai saat ini apa yang terjadi dan bagaimana engkau bisa bertahan?  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Sang kakek berkata : wahai tuan! Dulu di kota ini ada seorang laki-laki agung yang selalu mendatangiku dan memberiku makanan, akan tetapi tiga hari ini ia tidak pernah datang lagi menemuiku.  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Al-Hasan berkata : sampai saat ini apakah engkau tidak menanyakan siapa dia?</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Sang kakek berkata : aku berkali-kali menanyakan nama kepadanya, akan tetapi ia selalu berkata; aku adalah hamba Allah. Ketika ia memasukan tempat ini aku melihat cahaya memancar di rumah ini dan dari harum tubuhnya,<span>  </span>semua tembok di tempat ini menjadi penuh dengan wewangian.</span></p>
<p><span style="font-family:'Bookman Old Style';"></span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Ketika mendengan ucapan kakek tua itu Al-Hasan as. dan Al-Husein as. serta para pengikutnya tak kuasa menahan tangis.  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Al-Hasan berkata : wahai kakek tua! Apakah anda tahu siapa dia?</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Tidak! Kata sang kekek.  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Al-Hasan berkata : ia adalah ayah kami.</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Memang anda sekalian siapa? Tanya sang kakek.</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Kami Hasan dan ini adikku Husein cucu Nabi saw. dan lelaki agung tersebut adalah Ali as. pemimpin kaum muslimin.  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Sang kakekpun berseru dengan keras. Subhanallah !&#8230; terus kemana ia, kenapa sekarang ia tidak pernah datang lagi?   </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Wahai kakek! Seseorang telah menikam Ayahku pada tanggal sembilan belas, selama tiga hari beliau sakit dan malam kemarin beliau wafat. Hari ini kami menguburkannya dan kami rencana kembali ke Kuffah.</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Kakek tua itu tidak lagi kuat menahan dirinya, ia menangis dan merangkul Al-Hasan dan Al-Husein dan berkata: wahai putra manusia agung! Demi kekek kalian, bawalah aku ke kubur suci itu.  </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Al-Hasan dan Al-Husein serta rombongan pun kembali ke kubur Amirul Mukminin dan membawa sang kakek tua ke kubur suci itu.</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Ketika sampai di<br />
sana dan ketika kakek tua itu tahu bahwa itu adalah kubur Ali as. ia langsung bersungkur dan meletakkan mukanya di tanah suci tersebut serta air matanya pun deras mengalir. Ia pun bergumam: wahai Tuhan! Aku bersumpah demi maqam ishmat dan kesucian Amirul Mukminin as. matikanlah aku di tempat ini. Setelah sepeninggalnya aku tidak mau hidup walau sesaat.</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Kakek tua itu terus menangis dan berdoa kepada Allah agar nyawanya dicabut. Al-Hasan dan Al-Husein mendengar suara tersebut yang semakin lama semakin pelan sampai akhirnya tubuhnya jatuh ke tanah.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Mereka pun menghampiri sang kakek, ia mengucapkan kata <em>Labbaik</em> sebagai kata terakhirnya dan ia pun menyusul Ali as. menuju yang maha Haq. Al-Hasan dan Al-Husein pun memandikan, mengkafani dan menuburkan jasadnya di samping kubur Ali as.<span>  </span>( Kamil Bahai cetakan Qom Hal. 125 – Imaduddin Thabari )</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=80&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-ikhlas-dari-ali-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Filsafat Dari Ali as.</title>
		<link>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-filsafat-dari-ali-as/</link>
		<comments>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-filsafat-dari-ali-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 01:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nargis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-filsafat-dari-ali-as/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Kumail bin Ziad bertanya kepada Ali as. : wahai Amirul mukminin! Definisikanlah kepadaku pengertian nafs, sehingga aku mengetahuinya. Ali as. berkata : wahai Kumail! Nafs yang mana yang engkau maksudkan ? Kumail berkata : wahai tuan ! apakah nafs itu lebih dari satu ? Ali as. berkata : wahai Kumail ! nafs memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=79&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:0.5in;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Suatu hari Kumail bin Ziad bertanya kepada Ali as. : wahai Amirul mukminin! Definisikanlah kepadaku pengertian nafs, sehingga aku mengetahuinya.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as. berkata : wahai Kumail! Nafs yang mana yang engkau maksudkan ?</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span id="more-79"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kumail berkata : wahai tuan ! apakah nafs itu lebih dari satu ?</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ali as. berkata : wahai Kumail ! nafs memiliki empat bagian; <strong><em>nafs naami nabati</em></strong>, <span> </span><strong><em>hissi hayawani</em></strong><em>, <span> </span><strong>natiqi al-qudsi dan <span> </span>kulli al-ilahi</strong></em>. Setiap dari nafs tersebut memiliki<br />
lima quwwah dan dua ciri khas.</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs naami nabati; dengannya mansuia bisa tumbuh dan berkembang. Nafs ini memiliki<br />
lima quwwah :</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Maasikah, kekuatan yang menjaga manusia dari penyakit dari luar.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Jaadzibah, kekuatan untuk menarik bahan-bahan makanan dan minuman.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Haadhimah, kekuatan untuk mencerna makanan dalam percernaan.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Daafi’ah, membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan oleh tubuh.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Murbiah, kekuatan untuk membimbing badan dan menyebarkan makanan ke seluruh tubuh.</font></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin:0 0 0 0.5in;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs ini memiliki dua cirri khas, yaitu terlalu extrim dalam kekurangan dan kelebihan. Kekuatan ini bersumber dari jantung manusia dan nafs ini lebih dekat dengan nafs pada hewan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs Hissi Hayawani; atau nafs mahsus (indra) dan memiliki<br />
lima quwwah:</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Saami’ah, kekuatan untuk menangkap suara.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Baashirah, kekautan untuk menangkap dan mencerna bentuk serta warna.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Syaammah, kekuatan untuk mencerna bau dan membedakan antara bau-bauan.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Dzaaiqah, kekuatan untuk mencerna rasa.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Laamisah, kekuatan untuk meraba dan merasa lembut atau kasar, panas atau dinginnnya suatu benda.</font></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin:0 0 0 0.5in;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs ini memiliki dua cirri khas, yaitu ridha ( daya tarik ) dan ghadzab ( daya tolak ) yang bersumber dari hati.</font></p>
<p style="margin:0 0 0 0.5in;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs Nathiqi Qudsi, nafs ini memiliki liam quwwah;</font>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Tafakkur, kekuatan untuk membedakan yang baik dan yang buruk, serta mampu menganal akibat dari keduanya.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Dzikr, kekuatan untuk mengenal dan merasakan wujud Tuhan. Nafs ini juga memiliki kekuatan mengingat sesuatu.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah ilmi, kekuatan yang membawa manusia kepada derajat ilmu dan ruhani yang tinggi.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah Hilmi, kekuatan ini adalah hasil dan faedah yang di dapat dari kekuatan ilmu.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Quwwah tanpa batas, yaitu keagungan dan kebesaran yang diraih dari kekuatan ilmi dan kekuatan hilmi. Kekuatan ini tidak muncul dari sesuatu apapun dan lebih dekat dengan nafs para malaikat.</font></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin:0 0 0 0.5in;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs inimemiliki dua cirri khas, suci dan hikmah. Oleh karenanya Nafs Nathiqah terlepas dari segala keburukan/kekotoran dan hanya melihat hakekat dan Tuhan, perbuatan ( yang bersumber dari Nafs ini ) selalu bersih dan ucapannya pun selalu mengandung hikmah.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs Kulli Ilahi, yairu pancaran dari cahaya ketuhanan, dan nafs inipun memiliki<br />
lima Quwwah:</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Baqa fil Fana, selalu di jalan Tuhan sampai ia menemukan baqa (keabadian ) dan meraih wujud.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ni’mat fil usrat, walau dalam penderiataan dan bencana ia selalu bahagia dan merasa dirinya penuh dengan kebahagiaan.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Izzah fi dzillah, kedudukan yang sangat tinggi yang tidak bisa diraih oleh semua orang.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Faqr fi fana, ketika ia tidak butuh kepada yang lain dan hanya butuh kepada Haq Ta’ala.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Shabr fil bala, dalam keadaan sangat menderita ia selalu sabar dan tidak pernah menuntut serta menentang Tuhan. Ini adalah cirri-ciri para nabi dan para washi mereka.</font></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin:0 0 0 0.5in;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nafs ini memiliki dua cirri khas, pertama lembut dan sabar, kedua mulia dan jiwa besar. Nafs inilah yang bersumber dari Tuhan, seperti apa yang disabdakan oleh-Nya: “ dan kami hembuskan dari ruh-Ku “. Dan akan kembali kepadaNya seperti firmannya : “ wahai nafs muthmainnah ( jiwa yang tenaang ) kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan ridha dan diridhoi “.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tuhan meletakkan akal diantara nafs-nafs ini sehingga tidak ada diantara mereka yang berkata dan berbuat yang tidak masuk akal serta tidak sesuai dengan akal.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mashumah.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mashumah.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mashumah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mashumah.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mashumah.wordpress.com&amp;blog=963132&amp;post=79&amp;subd=mashumah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mashumah.wordpress.com/2007/05/24/belajar-filsafat-dari-ali-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d46380990cf4d49d83d87e02508057?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mashumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
