Nargis

jangan mau tunduk kecuali pada kebenaran

EPISODE TERAKHIR KARBALA; Mengapa Harus Putra-putri Kecil Itu?

Mungkin ini adalah kesempatan terakhir bagi Imam Husein as. untuk bisa menatap wajah-wajah putri kecilnya. Ia berkata : wahai Sukaenah, Fathimah, dan Ummu Kulsum terimalah salam perpisahan dari ayah kalian. Sukaenah pun berkata lirih : wahai ayah apakah engkau menyerah kepada maut ? Imam Husein as. menjawab : wahai cahaya mataku bagaimana ayah tidak menyerah kepada maut, sementara tidak ada lagi seorangpun penolong dan pembela. Lantas Sukaenah berkata : wahai ayah bawalah kembali kami ke kota kakek kami. Imam as. menjawab : andaikan seekor burung diletakkan disana, maka ia akan tertidur. Sukaenah pun mengangis tersedu-sedu lalu menghampiri sang ayah dan memeluknya erat-erat. Melihat ini para wanita yang berada dikemah tak kuasa menahan tangis. Imam Husein as. pun berusaha menghentikan tangisan mereka.

Baca lebih lanjut

Januari 16, 2008 Posted by | Hikmah | 2 Komentar

Bibir Ketawa Hati Menangis

 Ummu Nargis

Suatu hari, saya jalan-jalan di internet ketemu cerita yang lucu. Di cerita ini membuat saya ketawa tapi juga membuat saya menangis. Ketawa karena ceritanya yang lucu, dan menangis karena ngarumas  dengan kondisi negara indonesia yang menjadi objek dari anekdot tersebut. Demikian anekdotnya…

Jam Korupsi di Indonesia

Baca lebih lanjut

Juli 7, 2007 Posted by | Hikmah | 4 Komentar

SELAMAT ATAS KELAHIRAN FATHIMAH AS. (Hari Wanita)

2251116455.jpg 

Saya ucapakan hari wanita buat semua wanita

Terutama istriku yang baik

Maaf jika selama ini aku selalu menuntutmu

Untuk menjadi seperti Fathimah as.

Sementara aku tidak berusaha menjadi seperti Ali as.

Mari kita bersama berjanji

Untuk menjadikan mereka  as. sebagai tauladan

Mari kita bangun keluarga ini

Seperti mereka as. membangun keluarganya

Mari kita didik putra-putri kita

Seperti mereka as. mendidik putra-putrinya

Mari kita hadapi setiap masalah

Seperti mereka as. mengahadapi setiap masalah

Mari kita melihat masa depan

Seperti mereka as. melihat  masa depan

Dan mari kita lakukan kewajiban masing-masing

Seperti mereka as. lakukan kewajiban masing-masing

Terakhir mari kita berdo’a

Semoga Allah memadukan kita seperti Dia memadukan Ali as. & Fathimah as. 

( by : Abah Nargis )

Juli 5, 2007 Posted by | Hikmah | 2 Komentar

MASA DEPAN DUNIA; Kajian Tentang Mahdiisme (1)

Abu NArgis

Terkait dengan masa depan dunia, diantara manusia terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian pesimis dengan apa yang akan terjadi pada dunia, sementara sebagian memandang dunia dengan pandangan optimis. Sekelompok manusia optimis dan yakin bahwa dunia dan sejarah kemanusiaan sedang menuju masa keemasan dan akan berakhir kepada kesempurnaa  serta kebahagiaan. Sementara yang lain pesimis dengan masa depan dunia, mereka meyakini bahwa dunia hari demi hari akan menuju kehancuran karena berbagai alasan.

Baca lebih lanjut

Juni 28, 2007 Posted by | Serius | Tinggalkan komentar

Cinta Wathan (Negara) Sebagian Dari Iman

Abu Nargis

Sesungguhnya dengan mengingat Allah swt. Maka hati akan menjadi tenang. 

Ayat di atas merupakan sebuah pernyataan atau janji dari Tuhan bahwa jika hati kita ingin mendapat ketenangan maka ingat ( berdzikirlah ) kepadaNya.  Akan tetapi, banyak diantara kita ( saya terutama ) ketika melakukan shalat dan dzikir, kita tidak merasakan ketenangan bathin. Shalat yang kita lakukan hanya sekedar menuntaskan kewajiban. Kita malah merasa terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan  seperti shalat, dzikir, wirid dan sejenisnya.

Baca lebih lanjut

Juni 28, 2007 Posted by | Hikmah | Tinggalkan komentar

Keajaiban Bersabar

Ummu Nargis 

Abu Thalhah An-shary adalah salah seorang setia sahabat besar Nabi saww.  Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Ketika itu anaknya sakit yang sangat parah dan tidak ada harapan untuk bisa sembuh kembali. Abu Thalhah memiliki seorang istri yang bernama Ummu Salim, ia merupakan salah satu dari wanita mulia dalam islam. Karena Abu Thalhah sangat menyayangi sekali anaknya, sang istri  sadar bahwa ajal anaknya sudah dekat, ia tidak mau Abu Thalhah melihat kepergian anak yang di sayanginya itu. Ummu Salim pun menyuruh Abu Thalhah pergi menghadap Nabi saww. Dan setelah kepergian sang ayah anak pun meninggal.

Baca lebih lanjut

Juni 9, 2007 Posted by | Hikmah | 6 Komentar

RUH!

Abu Nargis 

Apakah anda pernah mendengar ada manusia bisa terbang ( tanpa pake pesawat )? apakah anda percaya kalau  dalam sekejap seseorang bisa berpindah dari kota Bandung ke kota Jakarta ? Atau ada seseorang dalam satu waktu bisa ada di rumah bersama keluarga dan juga berada di kantor ? Apakah ada manusia yang  tidak  terikat oleh ruang dan waktu ?

Baca lebih lanjut

Juni 8, 2007 Posted by | Serius | 5 Komentar

Ya Allah !

 pict0019.jpg

Baca lebih lanjut

Juni 5, 2007 Posted by | Hikmah | 4 Komentar

Kedudukan Cinta Dalam Tasawuf

Abu Nargis 

 Jika cinta sudah sempuna maka dia adalah Allah

( para urafa islam )

Aku beragama dengan agama cinta, sungguh aku menghadap (dengan) tunggangannya, maka cinta adalah agama dan imanku

( Ibnu Arabi )

Baca lebih lanjut

Juni 3, 2007 Posted by | Serius | 4 Komentar

Mutakalim VS ‘Urafa

Abu Nargis 

Tasawuf ( mysticism ) merupakan sebuah faham yang muncul diantara kaum, kelompok dan agama dunia. Sebuah faham yang mempunyai ciri khas khusus dalam mengungkap dan menangkap hakekat alam dan hubungan antara manusia dengan hekekat. Dalam rangka mengungkap hakekat faham tasawuf tidak menggunakan media akal atau argument, akan tetapi media yang gunakan adalah Dzauq,shuhud, isyraq, wushul dan ittihad. Untuk sampai kepada tahapan ini terdapat aturan-aturan dan amalan-amalan khusus yang mesti dijalani. Dengan kata lain, untuk sampai kepada ilmu dan penemuan irfani, harus melewati tahapan-tahapan tertentu (sair wa suluk).

Baca lebih lanjut

Juni 2, 2007 Posted by | Serius | 1 Komentar

SELAMAT JALAN ZAHRA AS. !

                             fatemeh.jpg

Hari adalah hari perpisahan antara Ali as. dan Zahra as., perpisahan untuk selamanya. Pasangan suci yang diikat oleh kasih sayang, kesetiaan, ketulusan dan keikhlasan kini harus berpisah. Ali as. ungkapkan semua perasaannya tatkala perpisahan itu tiba:

Kita bagaikan sepasang merpati, yang tidak akan bisa terpisahkan

Namun sekarang tiba harinya

Ada yang memisahkan kita berdua

Baca lebih lanjut

Mei 30, 2007 Posted by | Hikmah | Tinggalkan komentar

Tangisan Nabi saww. Untuk Sekelompok Wanita

Oleh : Ummu Nargis 

Imam Ali as. berkata : Suatu hari aku  pergi bersama Sayyidah Fathimah as. datang menemui Nabi saww. saat itu beliau dalam keadaan menangis.

Imam Ali as  bertanya : demi ayah dan ibuku ya Rasulullah ! kenapa anda menangis?

Baca lebih lanjut

Mei 30, 2007 Posted by | Hikmah | 1 Komentar

Naluri Seorang Ibu

Masih Tentang Ali as.

Ummu Nargis

Ashim bin Hamzah berkata : aku melihat seorang pemuda di
kota madinah  sedang berteriak : wahai tuhan yang maha adil! Tegakkanlah keadilan antara aku dan ibuku! Kabar tentang pemuda sampai ke telinga Umar bin Khatab khalifah ke dua. Ia pun memanggil pemuda itu dan berkata : wahai pemuda kenapa kamu berkata demikian kepada ibumu.

Baca lebih lanjut

Mei 25, 2007 Posted by | Hikmah, Teladan | Tinggalkan komentar

Belajar Ikhlas Dari Ali as.

           Keimanan dan pengorbanan Ali as. dalam rangka kemajuan agama islam tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, semua orang mengakuinya baik kawan maupun lawan, mu’min maupaun kafir.

Walau dengan seribu jasanya terhadap islam, hari itu tatkala ia sadar bahwa ia harus safar dari dunia fana menuju dunia baqa, dan tatkala ia tahu bahwa ia harus menanggalkan sangkar tanah dan materinya menuju kekasih sejati dan kehidupan abadi yang selalu dinanti kedatangannya oleh para wali Allah. Malam itu ia mewasiatkan kepada putra terbesarnya Al-Hasan as. untuk tidak menguburkan jasadnya di kota Kufah, ia berpesan ketika waktu hampir menjelang subuh untuk membawa jasadnya ke tanah Ghari ( terletak di samping kota Kufah markas pemerintahannya ) dan supaya dikuburkan di tempat itu, setelah dikubur tutupilah kubur itu.

Baca lebih lanjut

Mei 24, 2007 Posted by | Hikmah, Serius, Teladan | Tinggalkan komentar

Belajar Filsafat Dari Ali as.

Suatu hari Kumail bin Ziad bertanya kepada Ali as. : wahai Amirul mukminin! Definisikanlah kepadaku pengertian nafs, sehingga aku mengetahuinya.

Ali as. berkata : wahai Kumail! Nafs yang mana yang engkau maksudkan ?

Baca lebih lanjut

Mei 24, 2007 Posted by | Serius | Tinggalkan komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.